Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar Ini Ternyata Punya Kesibukan Lain Edukasi Ibadah Haji dan Umrah

Agus Muhaimin • Sabtu, 12 April 2025 | 22:00 WIB
KOMUNIKATIF: Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar, Tunggul Adi Wibowo.
KOMUNIKATIF: Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar, Tunggul Adi Wibowo.

BLITAR - Tak banyak yang tahu, di sela kesibukannya memimpin Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar, Tunggul Adi Wibowo, justru memilih jalan sunyi. Sejak 2018 silam, warga Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananawetan, Kota Blitar, ini rutin memberikan edukasi kepada masyarakat yang masih belum paham mengenai ibadah umrah dan haji.

"Setiap Ahad di minggu ketiga, kami mengadakan kajian fokus pada edukasi seputar umrah dan haji. Itu berangkat dari keprihatinan kami terhadap minimnya pengetahuan masyarakat tentang ibadah tersebut," ujar Tunggul, Sabtu (12/4/2025). 

Berawal dari komunitas sederhana, kegiatan ini berkembang dan akhirnya bertransformasi menjadi lembaga resmi bernama Yayasan Al-Fikri. Tunggul didapuk sebagai ketuanya, mengelola lembaga yang terus menjaga idealismenya sebagai ruang edukasi sosial keagamaan, bukan biro perjalanan atau kelompok bimbingan ibadah haji.

"Sebenarnya saya ini sedikit dipaksa menjadi ketua yayasan. Tapi ya wes tidak apa-apa, apalagi fokus kami adalah memberikan pemahaman mendalam tentang ibadah umrah dan haji, agar masyarakat lebih siap secara ilmu sebelum menjalankan ibadah," jelasnya.

Dalam praktiknya, selain materi kajian, peserta juga diberikan praktik langsung tata cara ibadah, agar benar-benar memahami makna dan teknis pelaksanaannya. Semua kegiatan ini dibuka untuk umum, tanpa biaya sedikit pun.

"Sejak awal, kegiatan ini kami niatkan sebagai ladang pengabdian. Ilmu ibadah yang benar adalah hak semua umat, dan kami berusaha menyampaikannya dengan cara yang mudah dipahami," tutur Tunggul.

Tercatat, setiap bulannya ada sekitar 30 peserta baru bergabung. Sebuah angka menurutnya menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pemahaman agama lebih mendalam dan praktis.

Dengan konsistensi yang terus dijaga, Yayasan Al-Fikri menjadi ruang belajar sekaligus ladang pahala. Di tengah hiruk-pikuk tugas administratifnya, Tunggul tetap setia menapaki jalan tenang dalam pengabdiannya tak banyak disorot.

“Rekan-rekan kami yang sudah menjalankan ibadah kadang juga tetap datang mengikuti kajian sekaligus berbagi informasi dan pengalaman kepada anggota kajian lainnya,” katanya. (hai/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#yayasan #biro perjalanan #Kabupaten Blitar #Dispendukcapil #Tunggul Adi Wibowo #haji dan umrah #edukasi #ibadah #Bimbingan