KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Aset milik Pemkot Blitar masih perlu banyak mendapatkan perhatian. Sebab terlihat kusam dan tidak enak dipandang pengendara atau pengguna jalan. Termasuk sejumlah kerangka lampu hias yang terlihat kusam dan berkarat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerangka lampu hias berkarat berada di jembatan Jalan S. Supriadi atau dekat Masjid Syuhada Haji.
Lokasi aset tersebut berada di jalan protokol dekat rumah wali kota. Tentu perlu ada perbaikan atau perawatan agar kota terlihat bersih.
“Ya kalau malam tidak terlihat, tapi siang hari sangat terlihat,” terang salah satu pengguna jalan, Cahyo, Minggu (13/4/2025).
Selain di jalan tersebut, ada kondisi serupa termasuk di Jalan Ciliwung. Memang rata-rata kondisinya sudah berkarat.
Di Jalan Ciliwung ini, sangat banyak pengunjung yang menuju ke Masjid Ar-Rahman. Maka, hal itu akan memengaruhi kesan dari warga luar kota. “Minimal ada pengecekan berkala ketika ada fasilitas atau aset tidak baik, semisal kusam atau rusak, perlu perawatan rutin,” ungkapnya.
Dia mengaku ketika malam hari tidak tampak. Lampu hias lebih dominan dan itu sangat menarik. Tapi, intesitas arus lalu lintas pada siang hari akan lebih tinggi. Jadi, banyak mata akan melihat.
Dia menyatakan tidak hanya kerangka lampu hias, tapi juga ada beberapa sarana milik pemkot yang harus diperhatikan. Misal untuk penerangan jalan umum (PJU) perlu dicek pada malam hari untuk memastikan menyala atau padam.
Belum lagi, sejumlah trotoar rusak dan perlu ada pembongkaran. Kondisi trotoar rusak ini ada beberapa penyebab. Termasuk memang karena faktor usia dan akar tanaman tepi jalan yang tambah besar.
“Sarana-sarana umum sangat gampang dilihat masyarakat. Jadi harus diperhatikan pemerintah setempat,” tandas pria 40 tahun ini.
Dia menambahkan bahwa saat ini merupakan musim hujan dan banyak pohon perlu pemantauan.
Baca Juga: Dapat Penghargaan, RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar Dituntut Harus Lebih Inovatif dalam Pelayanan
Jika memang sudah ada titik-titik kerawanan, langkah pemangkasan akan jadi solusi. (jar/c1/din)
Editor : M. Subchan Abdullah