BLITAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar telah menyiapkan bakal lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Bumi Bung Karno. Lahan tersebut berada di sekitar Pusat Layanan Autis (PLA) Kota Blitar.
Lahan tersebut memanfaatkan aset milik Pemkot Blitar. Sebelumnya, pemkot melakukan survei di beberapa titik lokasi, dan akhirnya menjatuhkan pilihan di sekitar PLA tersebut.
”Karena di situ lokasinya memang kami nilai strategis dan bagus. Kemungkinan bisa memenuhi persyaratan,” ungkap Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono, Rabu (16/4/2025).
Pemkot, lanjut dia, sudah mengajukan lahan tersebut kepada Kementerian Sosial (Kemensos) selaku pengampu dari program SR. Termasuk mengirim sejumlah kebutuhan administrasi persyaratan dan proposalnya.
“Kemarin Mas Wali (Syauqul Muhibbin) juga sudah mengecek lokasinya. Beliau intens membahas ini dan bersemangat untuk bisa meraih program ini di Kota Blitar,” terangnya.
Sesuai rencana, Wali Kota Blitar Mas Ibin beserta jajarannya bakal berangkat ke Jakarta pada Kamis (17/4) atau besok. Kehadirannya di ibukota tersebut untuk memenuhi undangan Kemensos bersama sekitar 286 kota/kabupaten lainnya. Di kesempatan itulah, masing-masing daerah akan mengajukan proposal proyek SR.
“Jadi di sana nanti semacam asistensi. Dari Kemensos akan menentukan apakah calon lahan untuk SR memenuhi ketentuan tidak. Nanti tiap daerah presentasi,” katanya.
Dari 286 daerah tersebut, nanti diseleksi mana saja yang memenuhi dan tidak. Sesuai rencana, di tahun pertama implementasi SR bakal diambil 200 daerah.
Setiap daerah hanya diminta untuk menyiapkan lahan. Sementara untuk pembangunan hingga biayanya ditanggung langsung oleh pemerintah alias dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). “Pun, biaya operasional dari SR juga ditanggung dari SR. Namun untuk kepastiannya, pada Kamis (17/4) besok itu akan dijelaskan teknisnya seperti apa,” terangnya.
Untuk diketahui, SR merupakan program unggulan dari pemerintah yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Sekolah gratis ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin atau kurang mampu. Tujuannya untuk memudahkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sehingga bisa tetap memperoleh kualitas pendidikan yang mumpuni.
Lewat program SR tersebut diharapkan bisa mengurangi angka kemiskinan bahkan memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Di samping itu, juga dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (sub/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah