Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Momen Libur Lebaran, Okupansi Hotel di Kabupaten Blitar Lesu

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 18 April 2025 | 15:00 WIB
KAWASAN WISATA: Salah satu hotel yang ada di wilayah Kecamatan Nglegok, Blitar.
KAWASAN WISATA: Salah satu hotel yang ada di wilayah Kecamatan Nglegok, Blitar.

BLITAR – Tingkat hunian kamar hotel di Kabupaten Blitar selama libur Idul Fitri 1446 Hijriah tergolong rendah alias lesu. 

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar mencatat rata-rata okupansi hanya mencapai 38 persen selama libur Lebaran.

Situasi itu diduga karena banyak pemudik memilih menginap di rumah kerabat.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudpar Kabupaten Blitar, Yanti Sholikah menyebut, data tersebut diperoleh dari hasil sampling tiga hotel besar yang ada di Kabupaten Blitar yakni Grand Mansion, Gita Puri, dan Ilhami.

Dari total 20 hotel yang tersebar di wilayah kabupaten, tiga hotel tersebut menjadi acuan karena kapasitas dan aktivitas pengunjung yang tergolong tinggi. Sisanya hotel kelas bawah.

“Selama libur Lebaran kemarin, tingkat okupansi memang hanya mencapai 38 persen. Itu berdasarkan data dari hotel-hotel besar yang kami pantau,” ungkapnya, Jumat (18/4/2025).

Yanti melanjutkan, okupansi hotel dimulai dari 17,12 persen pada 28 Maret, meningkat secara bertahap, hingga mencapai puncaknya pada 3 April dengan angka 54,95 persen. Hari-hari berikutnya menunjukkan penurunan kembali ke kisaran 36 persen di akhir masa libur Lebaran.

Meski tak menyebutkan secara spesifik penyebabnya, rendahnya tingkat hunian ini kira-kira disebabkan kebiasaan masyarakat, terutama pemudik, yang lebih memilih tinggal di rumah keluarga saat berkunjung ke Blitar.

“Berbeda dengan libur tahun baru, saat Lebaran, banyak yang menginap di rumah saudara. Itu yang membuat tingkat hunian hotel tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

Adapun okupansi tertinggi selama masa libur tercatat pada H+3 dan H+5 Lebaran. Masing-masing mencapai 54,95 persen dan 50,45 persen. Namun, secara keseluruhan, rata-rata okupansi tetap stagnan di angka 38 persen.

Yanti menambahkan, meski hari biasa terjadi kenaikan okupansi, tetapi bila dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu, tren tahun ini justru menunjukkan penurunan.

Baca Juga: UNU Blitar Gelar Halal Bihalal, Perkuat Kolaborasi dengan NU dan Masyarakat

“Kalau dibandingkan dengan Lebaran 2024, kami memperkirakan memang ada penurunan. Tapi untuk detail angkanya masih kami validasi lebih lanjut. Karena kondisi hotel di kabupaten jelas berbeda dengan yang ada di kota,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#libur lebaran #tingkat hunian #momen #Kabupaten Blitar #okupansi #lesu #rendah #hotel