Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jejak Wirausaha Ratu Waskita Jawi: Perempuan Pelopor Ekonomi Lokal di Bumi Mataram Islam

Anggi Septian A.P. • Minggu, 20 April 2025 | 01:00 WIB
Ratu Waskita Jawi merupakan wanita entrepreneur di Kotagede pada zaman Mataram Islam
Ratu Waskita Jawi merupakan wanita entrepreneur di Kotagede pada zaman Mataram Islam

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Ketika menyebut nama Panembahan Senopati, publik barangkali langsung teringat pada sosok raja pertama Kesultanan Mataram yang gagah berani.

Namun di balik kekuasaan yang membentang luas dari tanah Jawa, ada sosok perempuan tangguh yang turut menanamkan fondasi ekonomi kerajaan: Ratu Waskita Jawi.

Ratu Waskita Jawi bukan sekadar permaisuri Panembahan Senopati. Ia adalah figur penggerak ekonomi lokal yang mewarisi darah wirausaha dari keluarganya di Pati.

Di tangannya, kota Kotagede bukan hanya tumbuh sebagai pusat pemerintahan Mataram, tetapi juga sebagai sentra kerajinan, perdagangan, hingga pelayaran yang strategis di abad ke-16.

Menurut sejarawan Dr. Purwadi, M.Hum dari LOKANTARA (Lembaga Olah Kajian Nusantara), latar belakang keluarga Ratu Waskita Jawi memengaruhi visi ekonominya yang jauh melampaui zamannya.

Ayahandanya, Ki Ageng Penjawi, bukan hanya penasihat kerajaan, tetapi juga dikenal sebagai pebisnis tangguh.

“Keluarga besar Ratu Waskita Jawi di Pati merupakan pengusaha kayu jati, semen, minyak, pari gaga, dan burung perkutut,” ungkap Purwadi.

Darah dagang ini mengalir deras dalam diri sang ratu. Setelah mendampingi Panembahan Senopati, ia tidak hanya berperan dalam urusan dalam negeri kerajaan, tetapi juga aktif membuka dan mengelola sektor-sektor produktif.

Alas Mentaok yang dahulu hanya hutan belantara diubah menjadi kota yang hidup. Selain membangun infrastruktur inti seperti pasar, alun-alun, dan Masjid Agung, Ratu Waskita Jawi juga membangun basis ekonomi yang menyerap tenaga kerja dari berbagai kalangan.

Ia dikenal memperkuat industri lokal seperti kerajinan kayu jati dengan mendatangkan bahan dari Cepu serta pengrajin ukir dari Jepara. Marmer dari Tulungagung pun dibawa ke Kotagede untuk memperindah tata kota.

“Beliau membangun alun-alun dengan marmer sebagai ruang publik, ruang sosial masyarakat. Ini bukan hanya estetika, tetapi bagian dari tata ekonomi rakyat,” terang Purwadi.

 

Lebih jauh dari sekadar industri darat, Ratu Waskita Jawi juga melirik potensi ekonomi laut. Ia membuka usaha perikanan dan pelabuhan di sejumlah wilayah pesisir seperti Jepara, Tuban, dan Semarang.

Langkah ini terbilang maju, mengingat pelayaran pada masa itu merupakan urat nadi perdagangan antar pulau.

Dalam konteks geopolitik kerajaan, pelabuhan juga berfungsi sebagai simpul kekuasaan dan jalur logistik strategis.

“Keahlian pelayaran ini diperoleh dari keluarga ibunya yang juga terlibat dalam perdagangan maritim. Ratu Waskita Jawi mampu membawa keterampilan itu ke wilayah Mataram,” lanjut Purwadi.

Dengan peran seluas itu, Ratu Waskita Jawi layak dikenang bukan hanya sebagai permaisuri, tetapi pelopor ekonomi lokal yang memajukan wilayah Mataram.

Gagasannya tidak berhenti pada satu sektor, tapi menjangkau hulu-hilir rantai ekonomi: dari produksi, distribusi, hingga pasar.

Tak berlebihan jika sosok ini disebut sebagai salah satu ikon kewirausahaan perempuan Nusantara. Di tengah struktur kerajaan yang didominasi laki-laki, kiprahnya menonjol dan menjadi warisan sejarah yang layak dikaji lebih dalam.

“Kalau hari ini kita bicara pemberdayaan ekonomi perempuan, Ratu Waskita Jawi sudah mempraktikkannya ratusan tahun lalu,” tandas Purwadi.

Kisah Ratu Waskita Jawi membuka cakrawala baru dalam memahami sejarah Jawa, khususnya kontribusi perempuan dalam membangun peradaban.

Ia bukan hanya pendamping raja, tapi juga otak di balik kebijakan ekonomi yang menjadikan Kotagede tumbuh sebagai pusat kerajaan.

Hari ini, jejaknya masih bisa dilihat pada kerajinan perak Kotagede, tata ruang kota tradisional, serta warisan ekonomi yang berakar pada logika produksi rakyat.

Di balik megahnya Kesultanan Mataram, terselip nama perempuan entrepreneur yang layak mendapat tempat dalam sejarah ekonomi Indonesia: Ratu Waskita Jawi.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Ki Penjawi #Mataram Islam #Panembahan Senopati #Ratu Waskita Jawi