Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dari Pendidik kini Jadi Publik Figur, Istri Wali Kota Blitar Ini Berupaya Terus Belajar untuk Menjalani Setiap Peran

Noormalady Usman • Senin, 21 April 2025 | 21:15 WIB
Kharisa Rizqi Syauqul Muhibbin
Kharisa Rizqi Syauqul Muhibbin

BLITAR - Di balik kesuksesan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, ada sosok perempuan pendukung dan inspirasi yang kuat juga harus bijaksana. Adalah ibu wali kota Kharisa Rizqi.

Background pendidik, pengusaha, serta aktivis organisasi perempuan Nahdlatul Ulama (NU), membuatnya mampu tampil luwes, berani, dan patut menjadi inspirasi para perempuan dan ibu-ibu di Kota Blitar.

"Saya pribadi masih terus belajar dan selalu terbuka untuk berdiskusi. Karena banyak hal yang berbeda dan kejutan yang akan datang harus dihadapi," ungkapnya, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menurut guru sejarah di salah satu SMK Negeri di Kota Blitar ini, Hari Kartini harus disikapi oleh kaum perempuan secara mendalam. Karena, Ibu Kartini tak hanya menginspirasi perempuan Indonesia untuk berdiri setara dengan kaum pria, tetapi juga menyodorkan tantangan bahwa wanita harus terus belajar dan dituntut untuk menyesuaikan diri sesuai peran dan kemajuan zaman.

"Persamaan gender atau emansipasi wanita menuntut kemandirian para ibu secara pribadi, namun tanpa melupakan kodratnya sebagai pendamping suami, serta ibu dari anak-anak, juga perempuan dengan berbagai sosialisasinya di tengah masyarakat," terangnya.

Ketua PKK Kota Blitar ini mengaku masih belajar dan terus adaptasi untuk menjalani peran baru sebagai istri wali kota dan juga ibu bagi semua anak di Kota Blitar. Tentunya menuntut untuk cepat belajar dan memberi solusi terbaik untuk kepentingan masyarakat.

"Saya menilai perempuan di Kota Blitar telah diberikan ruang dan kesempatan untuk aktif di berbagai lini kehidupan sosial dan politik. Namun masih ada stigma yang mengungkung perempuan sendiri terkait pendidikan yang tidak perlu tinggi, tidak perlu tahu tentang politik, cukup di rumah saja. Itu jadi tantangan ke depan," bebernya.

Ruang dan kesempatan itu ditunjukkan dengan aktifnya berbagai organisasi perempuan di kota. Bahkan, ada 22 Gerakan Organisasi Wanita (GOW) yang terdaftar dan aktif untuk mengisi dan mengambil peran dalam berbagai aktivitas pemerintahan dan sosial kemasyarakatan.

Terpenting, harap dia, perempuan telah mampu berjalan beriring dan mampu memberikan dukungan kepada kaum pria, khususnya bagi suami, serta mampu memahami dan melakukan perannya sebagai pendamping suami.

"Setiap Mas Ibin ingin melakukan sesuatu, saya selalu siap dan hadir di sampingnya. Siap menjadi teman diskusi, memberikan masukan dalam segala kondisi. Begitu juga saya, setiap akan melakukan sesuatu, restu dan izin suami adalah wajib, untuk apa pun itu. Mampu menjalani peran sebagai istri, ibu, pendamping, penyemangat, itulah hakikat emansipasi itu," tegasnya. (ady/c1/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#wali kota blitar #inspirasi #perempuan #ibu wali kota #Kharisa Rizqi Syauqul Muhibbin #hari kartini #pendukung #pendidik