BLITAR – Ada lebih dari 500 calon jamaah haji (CJH) yang perlu pendampingan kesehatan. Baik didampingi dengan obat dan orang dalam ibadah di Tanah Suci. Namun, mereka sudah dinyatakan istitaah, sehingga dianggap kuat menjalankan rangkaian ibadah haji.
Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, Endro Pramono mengatakan, terkait persiapan kesehatan, bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 880 CJH melalui sistem komputerisasi haji terpadu kesehatan (siskohatkes).
Dari jumlah itu, lima orang dinyatakan tidak istitaah atau tidak layak secara kesehatan untuk berangkat ke Tanah Suci menunaikan rangkaian ibadah haji. Sementara sisanya dinyatakan istitaah dengan beberapa kategori.
“Ada tiga kategori istitaah. Yakni istitaah murni, istitaah dengan pendamping orang sekitar 22 orang, dan istitaah dengan pendamping obat yang jumlahnya paling banyak, sekitar 500-an orang,” ujarnya.
Endro melanjutkan, bagi CJH dengan pendampingan obat, mereka diwajibkan membawa sendiri obat-obatan yang dibutuhkan dan akan terus dipantau oleh tim kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Sementara, CJH yang memerlukan pendamping orang akan difasilitasi sesuai kebutuhan. Sedangkan, total CJH asal Kabupaten Blitar tahun ini yang dinyatakan siap berangkat, termasuk petugas, adalah sebanyak 863 orang sesuai data kementerian agama.
“Pendampingan dan pengawasan tetap kami lakukan, terutama bagi CJH yang masuk kategori istitaah dengan syarat. Semua demi kelancaran dan keselamatan ibadah haji tahun ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Endro mengimbau, untuk mengantisipasi terhadap merebaknya wabah flu yang berpotensi berkembang menjadi pneumonia di beberapa negara tujuan transit maupun pengumpulan jamaah.
Saat ini sejumlah negara, seperti Jepang, Tiongkok, dan kawasan Asia Tengah, hingga Eropa Utara sedang mengalami peningkatan kasus flu. Mengingat CJH berasal dari berbagai negara dan akan berkumpul dalam jumlah besar, potensi penularan sangat tinggi.
“Vaksin influenza memang tidak diwajibkan, tetapi sangat kami anjurkan. Mengingat penyebaran wabah yang semakin meluas, terutama di negara-negara yang menjadi jalur keberangkatan atau persinggahan,” ujarnya Jumat (19/4/2025).
Namun demikian, vaksin influenza ini tidak difasilitasi oleh pemerintah daerah. CJH yang ingin mendapatkan vaksin influenza, harus melakukan vaksinasi secara mandiri dan berbayar. Dia menegaskan, untuk vaksinasi yang disediakan secara gratis dari pemerintah hanya mencakup vaksin meningitis dan polio.
“Kalau vaksin influenza memang mandiri. Kami hanya mengimbau agar jamaah melengkapi vaksinnya demi perlindungan kesehatan pribadi dan kelompok,” pungkas Endro. (jar/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah