Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kartini Zaman Sekarang Butuh Akses Belajar, Bukan Hanya Pujian di Media Sosial

Ika Putri Wahyu Ning Tyas • Rabu, 23 April 2025 | 05:00 WIB
ilustrasi potret kartini masa kini
ilustrasi potret kartini masa kini

BLITAR - Setiap tanggal 21 April, linimasa kita dipenuhi foto berkebaya, quotes bijak, dan ucapan selamat Hari Kartini. Semua tampak meriah dan penuh semangat. Tapi setelah itu, apa? Apakah perjuangan Kartini cukup dirayakan lewat caption Instagram dan Twibbon?

Realitanya, masih banyak perempuan Indonesia yang kesulitan mengakses pendidikan. Dan ini bukan masalah sepele. Di balik semua selebrasi Hari Kartini, ada fakta pahit: angka partisipasi sekolah perempuan usia 16–18 tahun di Indonesia belum menyentuh 100%.

Bahkan, menurut data BPS 2023, baru sekitar 73,42% remaja perempuan yang masih bisa lanjut sekolah di usia SMA. Sisanya? Harus berhenti karena alasan ekonomi, menikah muda, atau karena sekolah terlalu jauh dari rumah.

Padahal, pendidikan itu fondasi penting buat masa depan siapa pun termasuk perempuan. Ketika perempuan punya akses belajar yang layak, mereka bisa ambil keputusan sendiri, punya penghasilan, dan berkontribusi lebih luas, baik di rumah, di komunitas, maupun di dunia kerja.

Anak-anak dari ibu yang berpendidikan juga cenderung tumbuh lebih sehat dan punya kesempatan belajar yang lebih tinggi.

Jadi, investasi dalam pendidikan perempuan itu berdampak ganda: untuk hari ini, dan untuk generasi berikutnya.

Tapi sayangnya, banyak yang masih mikir, "ngapain perempuan sekolah tinggi-tinggi?", atau "ujung-ujungnya juga ke dapur". Mindset kayak gini yang bikin perempuan terus-menerus dibatasi ruang geraknya. Pendidikan bukan soal perempuan atau laki-laki—ini soal hak dasar manusia untuk berkembang dan punya pilihan.

Menjadi Kartini masa kini bukan soal seberapa anggun kamu pakai kebaya. Tapi sejauh mana kamu bisa terus belajar, bertumbuh, dan mendukung perempuan lain untuk dapat hak yang sama.

Kamu bisa jadi Kartini yang memperjuangkan pendidikan lewat gerakan sosial, lewat konten edukatif di media sosial, atau sekadar jadi support system buat teman perempuanmu yang lagi berjuang sekolah sambil kerja. (*) 

Editor : M. Subchan Abdullah
#bps #akses #pendidikan #kebaya #belajar #kartini