BLITAR – Sebelum ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025, dipastikan kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar lebih dulu berganti.
Hal itu diketahui usai Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar memfasilitasi pertemuan antara dinas pemuda dan olahraga (dispora), KONI Kabupaten Blitar, dan cabang olahraga (cabor) pada Selasa (22/4). Pertemuan ini untuk membahas strategi porprov serta pelaksanaan musyawarah olahraga kabupaten (musorkab).
Sayangnya, Ketua Koni Kabupaten Blitar Tonny Andreas tidak hadir dalam rapat dengar kali ini karena ada keperluan di luar kota yang tidak bisa ditinggalkan.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Sugeng Suroso menyatakan, musorkab akan digelar lebih awal sebelum porprov. Tujuannya untuk memastikan bahwa kepengurusan KONI yang baru sudah terbentuk dan siap bekerja saat porprov digelar sekitar akhir Juni mendatang.
"Kami sepakat musorkab digelar awal Mei. Jadi, saat porprov nanti sudah dengan pengurus KONI baru. Ini penting agar tidak ada kekosongan koordinasi," ujarnya, saat ditemui usai rapat.
Sugeng juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas antarlembaga. Maka dari itu, KONI harus menjaga komunikasi yang baik dengan DPRD dan dispora. Jangan sampai ada miskomunikasi menjelang porprov karena demi prestasi para atlet.
Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Blitar Anindya Putra Robertus menyebutkan, keputusan pelaksanaan musorkab di awal Mei sudah mendapatkan dukungan dari seluruh pihak. Sebanyak 31 perwakilan cabor hadir dalam rapat ini dan menyatakan sepakat.
“Dari hasil hearing hari ini, kami sepakat musorkab digelar minggu pertama Mei. Tujuannya agar tidak mengganggu pelaksanaan porprov. Semua pihak sepakat dan tidak ada penolakan,” ungkapnya.
Anindya melanjutkan, KONI melalui pengurus harian juga telah menyetujui percepatan musorkab. Meskipun masa jabatan ketua KONI saat ini berakhir pada 24 Juni 2025, tetapi percepatan dianggap lebih ideal demi kesiapan porprov.
Sementara itu, perwakilan cabor dari Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Blitar Rudi Puryono mendukung penuh pelaksanaan musorkab pada awal Mei. Dia berharap momentum ini bisa dimanfaatkan untuk regenerasi kepemimpinan yang membawa kemajuan prestasi olahraga di Kabupaten Blitar.
“Kami setuju musorkab digelar lebih awal. Semua cabor mendukung, termasuk pengurus KONI dan dispora. Semoga bisa menghasilkan pemimpin yang membawa semangat baru,” ujarnya.
Terkait calon ketua KONI yang baru, Rudi belum bersedia menyebutkan nama. Dia hanya mengatakan bahwa peluang masih terbuka, baik melalui pemilihan maupun aklamasi, tergantung pada jumlah kandidat.
Tercatat ada 44 cabor di Kabupaten Blitar, tapi sebagian di antaranya tidak memiliki hak suara karena SK dari provinsi telah habis masa berlakunya. Dia berharap dengan pelaksanaan musorkab yang dipercepat, kepengurusan KONI baru dapat segera bekerja maksimal, khususnya dalam mempersiapkan atlet dan teknis lainnya menjelang Porprov IX Jawa Timur 2025 yang tinggal hitungan minggu.
“Kalau hanya satu calon, bisa saja aklamasi. Tapi kalau lebih dari satu, kami lakukan pemungutan suara. Setiap cabor punya hak suara, asalkan SK mereka masih aktif,” jelasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah