Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Umat Katolik Blitar Gelar Misa Rekuiem, Doakan Paus Fransiskus yang Wafat

M. Subchan Abdullah • Kamis, 24 April 2025 | 03:30 WIB
DUKA MENDALAM: Umat Katolik mengikuti Misa Rekuiem di Gereja Santo Yusup, mendoakan Paus Fransiskus yang telah wafat, Rabu (23/4/2025).
DUKA MENDALAM: Umat Katolik mengikuti Misa Rekuiem di Gereja Santo Yusup, mendoakan Paus Fransiskus yang telah wafat, Rabu (23/4/2025).

BLITAR – Duka mendalam tengah menyelimuti umat Katolik di seluruh dunia. Paus Fransiskus, sang pemimpin umat Katolik di seluruh dunia, meninggal dunia pada Senin (21/4/2025) lalu.

Paus mengembuskan napas terakhir setelah umat Katolik dan Kristiani bersukacita merayakan paskah. Wafatnya sosok yang dikenal penuh kesederhanaan dan cinta perdamaian ini merupakan kesedihan yang mendalam.

“Ya, hari ini tadi kami umat Katolik di Blitar bersama-sama mendoakan Bapa Suci, Paus Fransiskus, yang baru saja berpulang kehadirat Tuhan. Kami memohon kepada kerahiman Allah agar Bapa Suci memperoleh tempat yang kudus, tempat yang layak bersama para kudus,” doa Romo Antonius Iwan Setyabudi usai misa di Gereja Santo Yusup, Rabu (23/4/2025).

Misa atau doa bersama yang digelar mulai pukul 17.00 itu diikuti sekitar 400 jemaat. Mereka mengikuti rangkaian ibadah Misa Rekuiem dengan khidmat.

”Puji Tuhan, banyaknya jemaat yang hadir menandakan bahwa seluruh umat Katolik mencintai Bapa Suci, seperti halnya juga Bapa Suci sangat mencintai kami umat Katolik di mana pun berada bahkan di seluruh dunia,” ungkap Kepala Paroki Santo Yusup ini.

Menurut Romo Iwan, Paus Fransiskus merupakan sosok yang sangat mencintai kesederhanaan, sangat mencintai kemiskinan, dan sangat mencintai orang-orang kecil. Bukti kecintaannya itu ditunjukkan lewat keteladanannya dengan cara hidup yang sangat sederhana.

”Banyak sekali pesan dari Bapa Suci ini untuk menginspirasi seluruh umat Katolik, bahkan tidak hanya umat Katolik, tetapi seluruh bangsa di dunia ini. Bagaimana cintanya terhadap orang-orang kecil, bagaimana menyuarakan perdamaian, bagaimana Bapa Suci mencium kaki para pemimpin dunia untuk memohon adanya perdamaian bagi negara-negara konflik,” kenangnya.

Paus, lanjut dia, juga lantang menyuarakan cinta kasih pengampunan dan perdamaian.

”Semoga kami para imam mampu meneladani warisan berharga dari Bapa Suci. Dan seluruh umat Katolik mampu merawat iman kami dengan setia, dan pada saatnya nanti berjumpa Bapa Suci,” ucapnya. (sub/c1)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#paroki #Misa Rekuiem #paus fransiskus #umat katolik #perdamaian #wafat #cinta #gereja #doa bersama #Duka Mendalam #kasih #Sosok #santo yusup