Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

TPA Overload, DLH Blitar Siapkan TPST Mulai 2026

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 25 April 2025 | 04:00 WIB

 

HAMPIR PENUH: Tampak depan gerbang TPA Tegalasri yang kini kondisinya mendekati overload dan akan diperluas.
HAMPIR PENUH: Tampak depan gerbang TPA Tegalasri yang kini kondisinya mendekati overload dan akan diperluas.

BLITAR – Persoalan sampah di Kabupaten Blitar kian mendesak. Tiga tempat pembuangan akhir (TPA) yang saat ini beroperasi, yakni di Tegalasri, Kesamben, dan Srengat, sudah dalam kondisi hampir penuh atau overload. Pemkab Blitar merencanakan memperluas TPA Tegalasri, yang berada di Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi, Blitar dengan pengolahan sampah terpadu modern, yakni tempat pembuangan sampah terpadu (TPST).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar, Achmad Cholik mengungkapkan, bahwa saat ini pengelolaan sampah masih menggunakan sistem controlled landfill, sampah hanya ditumpuk dan ditutup tanah.

Namun dalam waktu dekat, sistem tersebut akan ditingkatkan menjadi sanitary landfill yang dilengkapi teknologi pengolahan. “Rencananya mulai 2026, dibangun TPST dengan teknologi pemilahan sampah, sehingga sampah plastik bisa diolah menjadi bahan bakar dan yang organik bisa dijadikan kompos,” ujarnya.

Cholik melanjutkan, saat ini pihaknya tengah menyusun masterplan, studi kelayakan, serta dokumen lingkungan. Seluruh dokumen ini diperlukan sebagai prasyarat untuk mengajukan pembangunan ke Kementerian Pekerjaan Umum. Rencana ini muncul setelah kondisi lapangan menunjukkan, bahwa daya tampung TPA Tegalasri diperkirakan hanya bertahan kurang dari lima tahun ke depan.

Dia mengakui, proyek TPST ini memerlukan dana besar, bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Namun, dia menegaskan, Pemkab Blitar, khususnya bupati, telah menunjukkan komitmen kuat untuk menangani persoalan sampah secara serius.

“Begitu kami laporkan kondisi TPA yang overload, beliau langsung turun ke lapangan. Komitmen seperti ini yang kami harapkan terus berlanjut,” ungkapnya.

Dari tiga TPA yang saat ini aktif, salah satunya yakni TPA Srengat sudah mencapai ketinggian tumpukan sampah sekitar 3 meter. Ini menjadi alarm keras bahwa tanpa perencanaan matang dan langkah konkret, Kabupaten Blitar bisa menghadapi krisis pengelolaan sampah dalam beberapa tahun ke depan.

“Kalau tidak diolah dan hanya ditumpuk, dampaknya akan besar. Tidak hanya lingkungan, tapi juga kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (jar/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#overload #Wlingi #Tempat Pembuangan Sampah Terpadu #blitar #TPA Tegalasri #DLH kabupaten blitar #kondisi #tpst