BLITAR – Kolaborasi berbagai unsur menjadi salah satu wujud nyata untuk berkarya bersama. Seperti di Ngglanuk Spot, Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun, pada Minggu (27/4) yang dijadikan panggung berkarya bersama para pegiat sastra dan film. Mulai sore hingga malam hari, banyak sajian digelar secara gotong royong, mulai pembacaan puisi, geguritan, hingga pemutaran film pendek.
Ngglanuk Spot menjadi salah satu lokasi agenda rutinan pertemuan para pegiat sastra dan film. Kemarin merupakan momen istimewa, karena agenda Suara Sastra, Swara Sastra Jawa, hingga Bioskop Nanocinema, digelar pada hari dan lokasi yang sama.
Pada sesi sore, pembacaan karya bisa dibuat bergantian antara sastra Indonesia dengan sastra Jawa. “Teman-teman Suara Sastra dan Swara Sastra Jawa tampil bergantian dan saling mengapresiasi,” ungkap Jon Blitar, salah satu koordinator Suara Sastra.
Tampak hadir para pegiat sastra senior, seperti St Sri Emyani, Harwi Muka, Setiawan Adi dari GPMB Kabupaten Blitar, hingga perwakilan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar. Sedangkan, malam harinya berlangsung pemutaran film pendek karya para pegiat film Blitar dengan tema ‘2’. Dalam Bioskop Nanocinema diputar deretan film pendek berdurasi dua menit. Angka ‘2’ menandai perjalanan dua tahun Bioskop Nanocinema yang diluncurkan sejak 1 April 2023.
Sejak saat itu, bioskop komunitas semi permanen yang murupakan kolaborasi Wlingiwood Filmmakers, Ngglanuk Spot, Tantjapan Dadakan, dan Javora Institute, menjadi agenda rutin sebulan sekali. Momen ini juga menandai perjalanan tiga tahun Tantjapan Dadakan dan 11 tahun Wlingiwood Filmmakers. Selain nonton bareng (nobar) film pendek, juga ada sesi diskusi yang menjadi ciri khas setiap akhir acara. (ynu/din)
Editor : M. Subchan Abdullah