Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Empat Cabor Kota Blitar Ini Harus Absen di Porprov Jatim, Ini Penyebabnya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 5 Mei 2025 | 02:00 WIB

 

ABSEN: Bulutangkis menjadi salah satu cabor dari Kota Blitar yang absen pada porprov Jatim 2025.
ABSEN: Bulutangkis menjadi salah satu cabor dari Kota Blitar yang absen pada porprov Jatim 2025.

BLITAR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar memastikan ada empat cabang olahraga (cabor) tidak ikut dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim tahun ini.

Empat cabor tersebut yakni voli, bulu tangkis, golf, dan Ikatan Motor Indonesia (IMI).

Ketua KONI Kota Blitar, Sukardji menjelaskan, keputusan itu diambil berdasarkan hasil evaluasi kesiapan atlet dari masing-masing cabor. Diketahui, mayoritas atlet dari empat cabor tersebut belum memenuhi kriteria usia dan kemampuan untuk bertanding di ajang multi-event seperti porprov.

“Kalau di kejurda masih bisa karena ada kelompok umur. Tapi di porprov tidak ada. Jadi kami diskusi dengan cabor masing-masing. Mereka pun menyadari belum siap,” kata Sukardji, Sabtu (3/5/2025).

Khusus IMI, dia menyebut organisasi ini tergolong baru dan para atletnya pun masih anak-anak.

Sementara untuk voli dan bulu tangkis, dari sisi prestasi belum menyumbang medali dalam gelaran porprov sebelumnya. Tentu itu jadi catatan untuk evaluasi pembinaan ke depan.

Meski demikian, Sukardji tetap optimistis. Dari 18 cabor dikirim ke porprov, pihaknya menargetkan Kota Blitar bisa menembus 15 besar. Target itu meningkat dari capaian sebelumnya yang berada di posisi 21. Beberapa cabor seperti sepak takraw dan triathlon disebut siap menambah perolehan medali.

“Kami tetap pasang target tinggi, agar ada semangat dari semua pihak. Minimal posisi 15 besar, syukur-syukur bisa masuk 10 besar,” ungkapnya.

Sukardji juga menyoroti pentingnya sarana dan prasarana olahraga masih perlu ditingkatkan di Kota Blitar. Harapannya dukungan dari Pemkot Blitar untuk terus memperjuangkan pembangunan GOR serta fasilitas pendukung lainnya.

Tidak hanya itu, sudah kerja sama dengan dinas pendidikan dalam pembibitan atlet. Nantinya, kegiatan ekstrakurikuler di sekolah bisa jadi pintu masuk mencari bibit atlet potensial. Pembinaan usia dini tidak bisa hanya diserahkan ke KONI, karena terkenda anggaran dan cakupan.

Selain itu, Sukardji menyiapkan strategi baru dengan membuat pakta integritas bagi setiap cabor. Dalam pakta tersebut, cabor akan menetapkan target medali dan komitmen keikutsertaan sebagai dasar evaluasi ke depan.

“Kalau anggaran ke depan efisiensi, kita bisa pertimbangkan cabor mana yang layak diberangkatkan berdasarkan komitmen dan pencapaian mereka,” pungkasnya.(jar/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#poprov jatim #golf #voli #KONI Kota Blitar #cabang olah raga #Ikatan Motor Besar Indonesia #cabor #kejurda #bulutangkis #absen