BLITAR – Warga Desa Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, bisa sedikit lega. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, bakal menangani perbaikan jalan desa yang sejak masa pandemi rusak.
Tahun ini, jalan sepanjang sekitar 70 meter akan dibeton melalui usulan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Hamdan Zulkifli Kurniawan menjelaskan, pekerjaan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Tahun ini ada sekitar 70 meter yang dibeton dan penanganan itu merupakan hasil usulan musrenbang dan sisanya akan ditangani oleh unit reaksi cepat (URC).
“Jalan Desa Sumbersih memang sudah cukup lama rusak. Saat pandemi dua tahun itu tidak ada perawatan sama sekali, akhirnya jalan tambah rusak dari waktu ke waktu ,” ujarnya, Selasa (6/5/2025).
Meskipun begitu, sebelumnya dinas PUPR sudah beberapa kali melakukan perbaikan jalan di Desa Sumbersih. Setiap tahun ada perbaikan sejak 2022 lalu, sehingga memang dilakukan secara bertahap. Mulai dari hotmix hingga beton, dan kini tinggal sekitar 300 meter yang rusak parah.
Menurut Hamdan, jalan tersebut rusak parah karena ketika pandemi tidak ada perawatan jalan. Jalan tersebut cukup vital karena sering dilalui truk bermuatan berat, terutama truk pengangkut kayu. Selain itu, kontur tanah di wilayah selatan Kabupaten Blitar dikenal labil dan mudah rusak, jika terkena hujan deras. Kombinasi situasi ini mempercepat kerusakan jalan.
“Kondisinya memang seperti itu. Kalau hujan lewat jalan Sumbersih itu langsung kelihatan parahnya. Namun tiap tahun dilakukan perbaikan, sifatnya sambung menyambung. Setiap tahun ada, tapi belum bisa sekaligus karena menyesuaikan anggaran,” ungkapnya.
Tahun ini, dinas PUPR mengeluarkan anggaran Rp 300 juta, untuk perbaikan 70 meter di Desa Sumbersih. Namun karena keterbatasan anggaran, Pemkab Blitar hanya mampu membangun sebagian dulu. Jika semua mau dibeton, panjangnya sekitar 300 meter, anggarannya bisa lebih besar.
Proyek perbaikan ditargetkan mulai dikerjakan sekitar Juni atau Juli. Jika tidak ada kendala, pekerjaan fisik bisa berjalan sampai Oktober atau November. Karena pihaknya masih menunggu realisasi anggaran dari badan pengelola keuangan dan aset daerah (BPKAD).
Sayangnya, saat itu mulai memasuki musim penghujan yang bakal menganggu pekerjaan fisik. Hamdan juga memahami keluhan warga yang merasa jalan tersebut tak kunjung tuntas diperbaiki.
“Kami paham masyarakat mengeluh, karena jalan ini memang sudah lama rusak. Tapi kami terus berusaha memperbaiki secara bertahap,” pungkasnya. (jar/ynu)
Editor : M. Subchan AbdullahSumber : RADAR BLITAR