BLITAR - Kedekatannya dengan sang ayah membawa Febrian Putra Hermawan, siswa asal Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar menapaki jalur prestasi di cabang olahraga menembak.
Suasana rumahnya di Jalan Sudanco Supriadi No. 5, nyaris setiap hari dipenuhi aktivitas para penghobi senapan. Tak terkecuali Febrian Putra Hermawan, bocah kelahiran 2011 yang kini menjadi atlet menembak belia andalan Bumi Bung Karno.
Sejak usia lima tahun, Febrian sudah akrab dengan dunia senapan dan bidikan, lantaran sering diajak sang ayah yang juga seorang pelatih sekaligus penggiat klub menembak di Blitar.
Baca Juga: Sebabkan Keracunan, Pemdes Selorejo Blitar Ungkap Sajian Kacang Hijau usai Layanan Posyandu
“Saya ikut ayah ke berbagai kegiatan klub sejak TK. Karena ibu sudah meninggal sejak saya bayi, jadi saya selalu bersama ayah ke mana pun, termasuk saat latihan dan lomba,” tuturnya saat ditemui di rumahnya, Minggu (11/5/2025) lalu.
Febrian mulai debut di kejuaraan resmi pada 2018 dalam Perbakin Cup Open di Pasuruan. Saat itu, belum tersedia kategori pelajar, sehingga dia harus bersaing di kelas umum.
Namun, itu tak menyurutkan semangatnya.
Sedangkan sang ayah aktif di klub Silver Bullet yang saat itu menjadi salah satu pelopor olahraga menembak di Blitar.
Maka dari itu, Febrian banyak belajar dari ayahnya. Itu mirip peribahasa buah jatuh tak jauh dari pohonnya pantas dipasangkan pada keluarga ini.
Seiring waktu, Febrian makin serius mengasah kemampuannya. Dia telah menorehkan sejumlah prestasi di tingkat regional dan nasional, seperti juara 3 Vicadha Benchrest Cup 1 Tulungagung 2022, peserta Porprov VII dan VIII Jatim, serta tampil di Kejurnas Pangdivif 2 Kostrad Cup dan Perbakin Cup tahun 2023.
Meskipun belum selalu meraih podium, Febrian mengaku tak berkecil hati. Dia menilai, pengalaman jauh lebih berharga untuk jangka panjang.
“Setahun yang lalu saya ikut seleksi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), masuk 10 besar dari 31 peserta se-Jatim. Saya yang termuda, karena usianya maksimal 18 tahun, sedangkan saya masih SMP. Sayangnya belum rezeki lolos PON,” bebernya bangga.
Hobinya di dunia menembak juga membuka jalan prestasi di bidang akademik. Dia berhasil diterima di SMP impian melalui jalur prestasi olahraga.
Tak hanya itu, Febrian dan sang ayah kini sedang berupaya mengenalkan ekstrakurikuler menembak di sekolah-sekolah Blitar.
Febrian menyebut Blitar baru punya Perbakin resmi sejak 2021, sehingga butuh waktu agar lebih dikenal oleh masyarakat.
Meskipun begitu, dia dan ayahnya sudah mulai sosialisasi ke sekolah, termasuk ke SMP Lab UM. Harapannya ke depan, tiap sekolah punya ekstra menembak.
Febrian pun tak ingin berhenti sampai di sini. Dia mematok target tinggi: membela Jatim di PON dan kelak masuk tim nasional menembak Indonesia.
“Target saya bisa tampil di PON. Kalau bisa lebih, ya mewakili Indonesia di kejuaraan internasional,” pungkasnya. (*/din)
Editor : M. Subchan Abdullah