Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Waspada, Sepekan Kedepan Wilayah Blitar Diselimuti Cuaca Ekstrem

Agus Muhaimin • Selasa, 13 Mei 2025 | 20:00 WIB
CEPAT: Seorang pengendara memacu kendaraan ketika suasana mendung di area persawahan Kecamatan Srengat, Senin (12/5/2025).
CEPAT: Seorang pengendara memacu kendaraan ketika suasana mendung di area persawahan Kecamatan Srengat, Senin (12/5/2025).

 

BLITAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi ada potensi cuaca ekstrem pekan ini.

Hujan lebat disertai petir, angin kencang, dan puting beliung yang memicu bencana hidrometeorologi tersebut juga berpeluang terjadi di Bumi Penataran.

Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso, Ahmad Lutfi mengatakan, sebagian besar wilayah Jawa Timur (Jatim) sudah memasuki musim kemarau. Namun, analisis atmosfer menunjukkan sejumlah faktor pendukung peningkatan cuaca ekstrem.

“Berdasarkan analisis angin gradien di ketinggian 3.000 kaki pada 9 Mei pukul 00.00 WIB, terpantau adanya pola konvergensi di wilayah Jatim serta pola siklonik di Laut Jawa yang memperkuat pertumbuhan awan-awan hujan,” ujarnya.

Di samping itu, aktivitas Monsun Australia yang masih lemah dibandingkan normalnya pada awal Mei, diperkirakan akan menguat dalam waktu dekat. Hal ini turut mempengaruhi suplai kelembapan udara di wilayah selatan Indonesia, termasuk Jatim.

BMKG juga mencatat nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) cenderung negatif pada periode 10–17 Mei, yang mengindikasikan tutupan awan signifikan di langit Jatim. Gangguan gelombang atmosfer seperti Rossby, Low, dan Kelvin pun diprakirakan melintas dalam periode yang sama, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan secara intens.

“Analisis udara atas menunjukkan atmosfer di Jatim dalam kondisi labil dan lembap dari lapisan bawah hingga atas. Ini sangat mendukung pembentukan awan Cumulonimbus yang bisa menyebabkan hujan deras hingga angin kencang,” terang Ahmad.

Berdasarkan peta prakiraan curah hujan harian, beberapa wilayah Jatim juga terpantau berwarna oranye, yang menandakan potensi hujan lebat dalam sepekan ke depan.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Kabupaten Malang; Blitar; Kediri; Jember; Lumajang; Ponorogo; Nganjuk; Jombang, Mojokerto; Pasuruan; Bondowoso; Banyuwangi; serta Kota Batu.

Ahmad mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan perjalanan saat cuaca ekstrem berlangsung, dan selalu memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

“Kami minta masyarakat dan instansi terkait untuk waspada terhadap potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Informasi terkini bisa diakses melalui web, media sosial, atau hotline BMKG,” pungkasnya. (hai/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#cuaca ekstrem #bmkg #hujan lebat #cumulonimbus #blitar #petir #jawa timur #kediri #malang #waspada #angin kencang #karangploso #pekan depan #awan