BLITAR - Perahu tambangan atau penyeberangan masih menjadi sarana transportasi menarik bagi warga Blitar. Terbukti hingga kini layanan tersebut tetap beroperasi dan tidak pernah sepi dari pengguna jasa penyeberang lewat Sungai Brantas ini.
Mereka memilih jasa perahu penyeberangan, itu dengan alasan murah dan setiap saat bisa memanfaatkan. “Dari Tulungagung tadi perjalanan lewat darat. Balik ke Blitar memanfaatkan perahu tambangan agar lebih cepat dan tidak melewati jalan yang sama,” ungkap Wardana, kemarin (12/5/2025).
Warga di Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar itu mengaku, sering menggunakan perahu tambangan ketika akan keluar kota termasuk Tulungagung.
Dia kebetulan takziah dari Ngunut, Tulungagung, dan ingin balik lebih cepat. Maka memanfaatkan perahu penyeberangan di Desa/Kecamatan Rejotangan menghubungkan Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Dengan membayar Rp 3 ribu, sekitar tiga menit sudah sampai di Desa Selokajang. “Ada beberapa unit sepeda motor bersama saya. Tidak lama menunggu, perahu langsung bergeser,” terang pria 35 tahun.
Dia mengaku, dulu pernah bekerja di Tulungagung dan berangkat dari Blitar. Untuk pulang pergi tetap memanfaatkan perahu penyeberangan.
Alasan menggunakan jasa tersebut bisa memangkas biaya operasional untuk bahan bakar minyak (BBM).
Bisa memangkas BBM. Sebab jarak tempuh akan lebih dekat dibandingkan dengan lewat jalur normal.
Hal tersebut beralasan, termasuk roda empat maupun truk ada saja yang menggunakan perahu penyeberangan. Dimungkinkan bisa mempercepat penyeberangan.
Dia mengatakan, masing-masing lokasi penyeberangan memiliki ciri khas. Termasuk di Desa Selokajang ini ada warung iwak kali yang sudah lama. “Jadi sekalian mampir dan berburu kuliner bersama dengan teman atau keluarga memang pas,” tandasnya.
Dia menambahkan, jika wilayah Srengat dilakukan pembenahan tentu akan lebih hidup. Sebab aktivitas di wilayah itu dan sekitar Ngunut maupun Rejotangan akan lebih bergeliat.
Baca Juga: Puluhan Warga Selorejo Blitar Alami Mual Muntah Diduga Keracunan Usai Ikuti Posyandu
Dengan catatan, lanjut dia, ada jembatan penghubung yang permanen, semisal Ngujang II akan menarik dan bisa jadi destinasi ekonomi. (jar/din)
Editor : M. Subchan Abdullah