BLITAR - Bagi Khusna Lindarti, hobi bersepeda bukan sekadar aktivitas fisik semata. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Blitar ini menjadikan sepeda sebagai bagian dari gaya hidup sejak satu dekade silam.
Warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro, ini mengawali ketertarikannya pada dunia sepeda sejak 2010 lalu, tepat ketika dirinya menjabat sebagai Camat Kesamben. Sejak saat itu, rutinitas gowes perlahan menjadi bagian penting dari kesehariannya.
“Saat itu saya mulai terbiasa berangkat kerja naik sepeda setiap Jumat. Jarak dari rumah ke kantor sekitar 10 kilometer,” ungkap Khusna.
Untuk menunjang kebiasaannya itu, dia harus berangkat lebih pagi dibanding hari biasanya. Bahkan, tak jarang harus minta dijemput sang suami saat jam pulang kerja tiba. Namun, semua itu tak menghalanginya untuk terus menjaga konsistensi.
Semangatnya bersepeda tidak hanya muncul di hari Jumat. Saat ada waktu luang, seperti libur nasional atau akhir pekan, Khusna kerap memanfaatkan momen tersebut untuk mengayuh sepeda menjelajahi sudut-sudut wilayah Blitar.
Kebiasaan bersepeda Khusna tetap terjaga meski sedang menjalankan tugas dinas ke luar daerah. Dia selalu berusaha membawa sepeda lipat saat bepergian. Jika tidak memungkinkan, Khusna tak segan menyewa sepeda di lokasi tujuan atau memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh hotel tempatnya menginap.
“Saya pernah sewa sepeda di Bali, di Yogyakarta, bahkan di beberapa kota besar lain. Yang penting bisa tetap gowes meski di luar kota,” ujarnya sembari tersenyum.
Setiap tahun, Khusna juga menyempatkan diri mengikuti event sepeda skala nasional yang digelar di luar daerah. Dia menganggap ajang tersebut bukan sekadar olahraga massal, namun juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan para pesepeda dari berbagai daerah.
Menurutnya, manfaat bersepeda tidak terbatas pada kesehatan fisik semata. Sebab, dia akan menempuh jalan lain atau jalur yang tidak biasa dilalui oleh orang lain.
“Dengan bersepeda, saya bisa menjangkau tempat-tempat yang tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Itu seringkali memberi perspektif baru yang bermanfaat untuk tugas kedinasan,” jelasnya.
Khusna mengaku, dari aktivitas bersepeda tersebut kerap menemukan informasi lapangan yang lebih akurat dan mendalam dibandingkan data di atas kertas.
“Saat kita berada langsung di tengah masyarakat dan melihat situasi secara nyata, penilaian kita terhadap sebuah laporan jadi lebih utuh,” pungkasnya. (hai/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah