Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Antisipasi Dampak Buruk, Masyarakat Blitar Diimbau Waspada Terhadap Cuaca Ekstrem

Yanu Aribowo • Sabtu, 17 Mei 2025 | 15:05 WIB
BELUM MENENTU: Suasana persawahan di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, usai diguyur hujan.
BELUM MENENTU: Suasana persawahan di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, usai diguyur hujan.

 

BLITAR – Cuaca di wilayah Kabupaten Blitar dan sekitarnya masih belum menentu. Pasalnya, hujan masih mengguyur di beberapa tempat dengan intensitas sedang hingga deras.

Situasi tersebut berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, hingga pohon tumbang. Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan sebagai antisipasi dampak buruk, terutama saat terjadi guyuran hujan deras.

Berdasarkan rilis yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir atau kilat, angin kencang, dan puting beliung di wilayah Jawa Timur.

“Kondisi itu berpotensi mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi,” imbau Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto.

Potensi itu bisa terjadi di berbagai wilayah, seperti wilayah Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, Kota Batu, Kabupaten Malang, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, Kabupaten Kediri, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Lumajang, termasuk Kabupaten Blitar.

Memasuki Mei ini, sebagian besar wilayah di Jawa Timur sudah memasuki musim kemarau. Namun, ada beberapa wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem. Kondisi dinamika atmosfer menunjukkan adanya pola konvergensi dan gangguan gelombang equatorial Rossby, gelombang low dan Kelvin, yang diprakirakan melintasi wilayah Jawa Timur. Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan pertumbuhan awan hujan yang intens.

“Kondisi atmosfer yang masih labil dan lembap dari lapisan bawah hingga atas mendukung pertumbuhan awan kumulonimbus yang cukup signifikan,” jelas Ivong.

Untuk itu, semua pihak diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan dampak bencana, khususnya di wilayah yang rentan terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi. Masyarakat diimbau tidak memaksakan melanjutkan perjalanan saat cuaca ekstrem berlangsung dan selalu mengutamakan keselamatan. (ynu/c1)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#cuaca ekstrem #bmkg #blitar #antisipasi #dampak #buruk #masyarakat #waspada #BPBD Kabupaten Blitar