BLITAR – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Blitar menyiapkan 10 atlet andalannya untuk berlaga di ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025.
Event ini akan digelar di kawasan Malang Raya dan menjadi panggung pembuktian atlet panjat tebing Bumi Bung Karno.
Pelatih FPTI Kota Blitar, Wisnu Susanto mengatakan, seluruh atlet yang terdiri dari lima putra dan lima putri itu akan tampil dalam 16 nomor perlombaan. Mulai dari kategori lead climbing, speed climbing, hingga bouldering, baik secara individu maupun beregu. 10 atlet ini tentu dipilih dari performa dan prestasi yang terbaik.
“Persiapan terus dimatangkan. Latihan dilakukan lima kali dalam sepekan di arena panjat tebing GOR Soekarno Hatta. Bahkan akhir Februari lalu kami juga lakukan latihan medan langsung di tebing alam Gunung Pegat,” ujarnya.
Wisnu melanjutkan, optimistis dengan persiapan intensif dan pengalaman bertanding yang dimiliki, tentu para atlet mampu meraih hasil terbaik.
Menurutnya, FPTI Kota Blitar bukanlah pendatang baru di dunia panjat tebing, melainkan tim yang sudah memiliki catatan prestasi membanggakan, sehingga bisa bersaing dengan kota lain dalam porprov ini.
Ia menyebut pengalamannya membawa anak didiknya berprestasi di ajang multi-cabang ini sudah tidak diragukan lagi. Karena sudah membawa tim FPTI Kota Blitar membawa pulang medali, tingkat daerah hingga provinsi, bahkan nasional.
“Pada Porprov VIII Jawa Timur 2023 lalu kami bawa pulang medali perak dan perunggu. Tahun 2024, kami sabet emas di Kejurprov dan juga di PON XXI Aceh. Bahkan, atlet kami sempat mewakili Indonesia di Kejurnas Junior di Sulawesi dan World Youth Championship di China,” ungkapnya.
Dengan modal pengalaman tersebut, Wisnu berharap, FPTI Kota Blitar bisa kembali mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. Target tentu sudah jelas dapat tampil maksimal dan meraih medali.
“Semoga dukungan dari masyarakat Kota Blitar dan kerja keras tim bisa membuahkan hasil terbaik di porprov tahun ini,” pungkasnya. (jar/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah