BLITAR – Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Blitar terus mengintensifkan persiapan menjelang gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Dengan mengirimkan 17 atlet terbaik, tim takraw Bumi Penataran menargetkan medali emas di nomor putra.
Ketua PSTI Kabupaten Blitar, Rudi Puryono menyebut, timnya telah melakukan latihan intensif dalam beberapa pekan terakhir. Lokasi latihan difokuskan di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, yang juga menjadi markas pembinaan takraw di Kabupaten Blitar.
“Alhamdulillah, kami sudah latihan terus intens. Jadwalnya pun sudah tersusun rapi. Siapa pun boleh datang lihat langsung ke Desa Karanggondang, sekalian bisa silaturahmi bareng dan menyemangati anak-anak,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (17/5/2025).
Rudi melanjutkan, untuk porprov kali ini, PSTI Kabupaten Blitar akan memberangkatkan 17 atlet dengan didampingi 4 pelatih. Fokus utama tertuju pada potensi nomor putra yang dinilai lebih siap secara teknik dan pengalaman.
Menurutnya, tim putra berpotensi membawa pulang medali, dengan pengalaman dan prestasinya. Diakui persaingan antardaerah dalam Porprov IX Jawa Timur 2025 diprediksi bakal sangat ketat. Apalagi dengan munculnya talenta-talenta muda dari berbagai kota/kabupaten.
Namun demikian, dia menegaskan, PSTI Blitar siap bersaing secara maksimal dan tidak ingin sekadar menjadi peserta.
“Kalau atlet putra kami masih punya harapan besar. Target kami bisa bawa pulang emas. Tapi kalau putri, kami realistis karena mereka masih tergolong belia. Kami nikmati prosesnya saja,” jelasnya.
Meskipun demikian, pihaknya tetap optimistis semua atlet yang diberangkatkan bisa menunjukkan performa terbaik. Apalagi semangat bertanding para atlet muda takraw Blitar cukup tinggi.
Sebagai bentuk dukungan, PSTI Blitar juga menjalin sinergi dengan Dispora Kabupaten Blitar serta KONI. Dukungan anggaran, fasilitas latihan, hingga pemenuhan gizi atlet menjadi perhatian serius agar target prestasi dapat tercapai.
“Kami all out. Persiapan sudah maksimal. Sekarang tinggal menjaga mental dan fisik atlet hingga hari H pertandingan,” pungkasnya. (jar/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah