BLITAR – Penanganan banjir di Bumi Bung Karno tahun ini tidak boleh setengah-setengah. Pasalnya, banjir yang mengepung sejumlah titik di Kota Blitar di luar prediksi.
Curah hujan yang tinggi disebut menjadi penyebabnya. Namun, pemerintah daerah (pemda) setempat tentu tidak bisa menyalahkan faktor alam. Pemda juga harus bergerak mencari faktor penyebab lainnya, terutama terkait infrastruktur pengendali banjir.
Nah, salah satu langkah strategis yang kini menjadi fokus Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Blitar adalah evaluasi sistem pengelolaan pintu air di wilayah Kota Blitar, khususnya di bagian hulu.
Kepala Dinas PUPR Kota Blitar Erna Santi mengungkapkan akan memulai penanganan dari hulu sungai sebagai langkahawal untuk mengurangi risiko banjir di wilayah kota. "Kami akan memetakan peta jaringan pintu air yang tersebar di Kota Blitar. Fokus awal kami ada di bagian utara kota, tepatnya di hulu sungai," ujarnya, kemarin (18/5).E
Menurut Erna, pemetaan ini penting untuk mengetahui arahaliran air dan menentukan titik-titik strategis yang bisa dijadikanjalur pemecah arus. Dengan begitu, debit air tidak terkonsentrasi di satu lokasi yang menyebabkan banjir, apalagi di tengah cuacaekstrem yang belakangan sering terjadi.
Meski tidak menghafal jumlah pasti pintu air yang tersebar di Kota Blitar, Erna menyebut jumlahnya cukup banyak dan sebagian besar difungsikan untuk pengairan lahan pertanian. "Yang biasanya mengatur itu Himpunan Petani Pemakai Air (HIPA). Tapi kini, kami evaluasi kembali sistemnya untukpenanganan banjir," tambahnya.
Selain evaluasi pintu air, PUPR juga akan melakukan normalisasi sungai dan drainase. Pasalnya masih ditemukanbanyak tumpukan sampah yang menyebabkan pendangkalan sungai dan penyumbatan gorong-gorong. Hal ini menjadi salahsatu penyebab meluapnya air ke permukiman warga saat hujan deras.
Baca Juga: Riding Ganteng Demi Kesehatan Mental dan Prostat: DGR Blitar 2025 Gaungkan Peduli Sesama Lewat Gaya
Tak hanya itu, dinas PUPR juga tengah mengevaluasi saluran drainase di sejumlah titik genangan parah, seperti di JalanAnggrek dan Jalan Kali Brantas.
"Kami sedang pelajari penyebabnya, dan tahun ini rencananya akan dibuat sudetan baru di Jalan Kali Brantas ke arah selatan, agar air bisa langsungdibuang ke aliran Kali Lahar," tegasnya.
Upaya ini diharapkan mampu mengurangi potensi banjir yang berulang sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan air di wilayah Kota Blitar. “Kami berharap masyarakat turut berperan aktif membersihkan saluran-saluran yang tersumbat di lingkungannya dan menjaga kebersihan,” tandasnya. (sub/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah