Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Puluhan Jemaah Haji asal Kabupaten Blitar Kategori Risiko Tinggi Dipantau Ketat Tim Kesehatan

Yanu Aribowo • Selasa, 20 Mei 2025 | 02:31 WIB

 

TANAH SUCI: Jemaah haji Kabupaten Blitar Kloter 9 SUB saatberada di Masjidil Haram.
TANAH SUCI: Jemaah haji Kabupaten Blitar Kloter 9 SUB saatberada di Masjidil Haram.

BLITAR– Jemaah haji Kabupaten Blitar tengah menanti puncak prosesi haji 1446 Hijriah pada awal Juni mendatang. Saat ini, jemaah haji kelompok terbang (kloter) 9 Embarkasi Surabaya (SUB) sudah berada di Kota Makkah sejak Selasa (13/5/2025) lalu.

Di kloter 9 SUB, ada sekitar 50 jemaah yang masuk kategori risiko tinggi (risti), baik yang usia lanjut maupun mempunyai riwayat penyakit berat. Mereka secara rutin dipantau oleh tim kesehatan haji Indonesia (TKHI).

Dua pekan di Arab Saudi, kondisi kesehatan jemaah kloter 9 SUB terpantau aman, baik yang risti maupun jemaah sepuh yang tidak ada riwayat penyakit berat. TKHI setiap memantau kondisi jemaah dengan cara mengunjungi masing-masing kamar.

Baca Juga: Pelatihan Digital Marketing Disnaker Kabupaten Blitar Bakal Dongkrak UMKM Lokal, Animo Tinggi dan Bakal Dibuka Lagi

“Yang punya riwayat, beberapa sempat kambuh, tapi alhamdulillah sudah tertangani sebagaimana mestinya,” ungkap ketua kloter 9 SUB, Choirun Niam.

Jemaah kloter 9 SUB berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Blitar, misalnya Nglegok, Garum, Kademangan, Kanigoro, Udanawu, Ponggok, dan lainnya. Sebelum di Kota Makkah, mereka sudah di Kota Madinah sejak Senin (5/5/2025) pagi, usai terbang dari Surabaya pada Minggu (4/5/2025) pukul 21.00 WIB.

Kondisi kesehatan dari 376 jemaah secara umum sehat, walauada beberapa jamaah waktu di Kota Madinah penyakit bawaannya ada yang kambuh. Dengan pertimbangan agar mendapatkan pemeriksaan dengan alat yang lebih lengkap, mereka dirujuk ke rumah sakit terdekat.

“Alhamdulillah setelah diobservasi tidak ada yang menjalani rawat inap, hanya rawat jalan saja,” jelas Niam.

Baca Juga: Sekda Kota Blitar Naik Haji, Wali Kota Tunjuk Kepala OPD Ini Jadi Pelaksana Harian

Kini, selama sepekan di Kota Makkah, kesehatan jemaah terpantau aman dan tidak ada yang perlu dirujuk. TKHI setiap hari melakukan kunjungan rutin ke kamar-kamar jemaah yang tergolong risiko tinggi (risti) sehingga data kondisi mereka sudah terekam dan ter-update setiap hari.

Saat ini, penginapan jemaah kloter 9 terbagi menjadi tiga hotel di kawasan Miswala. Jarak antar hotel masih kategori berdekatan yakni sekitar 100 meter, sedangkan jarak ke Masjidil Haram sekitar 2 kilometer.   

“Setibanya di Kota Makkah, alhamdulillah semua jemaah sudah melakukan umrah wajib. Umrah ini dilakukan bagi jemaah yang baru pertama kali masuk Makkah,” jelas pria yang juga KepalaMTsN 3 Blitar ini.

Seperti diketahui, bagi jemaah gelombang I yang ke Kota Madinah dulu, maka umrah wajib dilakukan setibanya di Kota Makkah. Dengan begitu, sebelum berangkat ke Kota Makkah,jemaah harus berpakaian ihram dari Kota Madinah dan mengambil miqat atau niat umrah di Masjid Bir Ali. 

Baca Juga: Banjir Melanda Kota Blitar, BPBD Imbau Warga untuk Tenang dan Galakkan Kerja Bakti di Lingkungan

Kemudian,bagi jemaah gelombang II yang langsung ke Kota Makkah, jemaah sudah berpakaian ihram sejak dari asrama haji sebelumberangkat ke bandara. (ynu/c1)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kloter #Kabupaten Blitar #Kota Makkah #Tim Kesehatan Haji Indonesia #jemaah haji #TKHI #risiko tinggi #penyakit berat #risti