Blitar – Ada25 peserta pelatihan digital marketing yang siap tempur di dunia kerja. Mereka dinyatakan kompeten usai lolos uji kompetensi bersertifikat, usai melakukan pelatihan dari Disnaker Kabupaten Blitar. Kedepannya, akan dibuka lagi kelas pelatihan digital marketing karena animo yang tinggi.
Kepala Bidang Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Latprotrans) Disnaker Kabupaten Blitar, Latip Usman, menyebut pelatihan ini diikuti 25 peserta terpilih dari ratusan pendaftar. Seluruh peserta berhasil lulus uji kompetensi dan dinyatakan kompeten oleh lembaga sertifikasi profesi yang terafiliasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Tujuan kami jelas, mencetak tenaga kerja yang tersertifikasi dan benar-benar siap masuk ke dunia industri maupun wirausaha digital,” terang Latip, saat ditemui usai kegiatan di Pendopo Hand Asta Sih, Senin (20/5).
Dia melanjutkan, bahwa peserta melakukan uji kompetensi dilakukan dengan penilaian portofolio selama mengikuti pelatihan sembilan hari. Para asesor juga melakukan metode tanya jawab untuk memastikan seluruh dokumen benar-benar hasil kerja peserta.
Baca Juga: Banjir Melanda Kota Blitar, BPBD Imbau Warga untuk Tenang dan Galakkan Kerja Bakti di Lingkungan
Tak berhenti di pelatihan, program ini juga dilanjutkan dengan magang. Setiap peserta diberi tugas untuk mengelola dan mempromosikan akun media sosial milik satu UMKM lokal. Lokasi magang dipilih peserta atau disiapkan oleh lembaga pelatihan, berlangsung selama lima hari.
“Harapannya, UMKM lokal bisa terdongkrak penjualannya lewat sentuhan digital para peserta ini,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terhadap pelatihan digital marketing terbilang tinggi. Dari total 383 pendaftar, hanya 25 orang yang lolos. Melihat animo tersebut, Disnaker berencana membuka kelas kedua pada triwulan ketiga tahun ini.
Salah satu peserta, Nasywa Tiara Dwiarvia Putri, mengaku pelatihan ini berdampak besar pada perkembangan bisnisnya. Nasywa adalah pemilik usaha aksesori manik-manik dengan dua cabang di Kebonrojo dan Pojok Garum.
“Sebelum ikut pelatihan, konten saya belum pernah FYP (For Your Page), penjualan sepi. Setelah belajar teknik konten dan hook yang menarik, sekarang Alhamdulillah mulai ramai,” ujarnya.
Ia memulai bisnis aksesoris sejak Juli 2022. Produk yang ditawarkan mulai dari cincin, gelang, kalung hingga strap on. Dengan pelatihan ini, ia berharap penjualannya di kanal online bisa menyaingi penjualan offline.
“Saat ini saya baru punya satu karyawan tetap dan satu freelance. Tapi dengan digital marketing yang tepat, semoga bisa berkembang lebih besar lagi,” harap Nasywa.
Pelatihan ini bukan hanya soal teori, tapi tentang bagaimana memberdayakan masyarakat dan UMKM lokal untuk naik kelas melalui keterampilan digital. Pemerintah daerah berharap, langkah ini bisa memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Blitar.
Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana