Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mengenang 135 Tahun Mbah Moedjair dari Blitar di Omah Cam Art Space, Seperti Ini Suasananya

Yanu Aribowo • Rabu, 21 Mei 2025 | 00:05 WIB
KREATIF: Penampilan band Ngaji Tani di Omah Cam Art Space, Desa Sumberjo, Kecamatan Sanankulon, Blitar pada Minggu (18/5) malam.
KREATIF: Penampilan band Ngaji Tani di Omah Cam Art Space, Desa Sumberjo, Kecamatan Sanankulon, Blitar pada Minggu (18/5) malam.

BLITAR - Diskusi Merayakan Moedjair menyambut 135 Tahun Mbah Moedjair menjadi salah satu daya tarik dalam agenda Blitar Akhir Pekan. Omah Cam Art Space di Desa Sumberjo, Kecamatan Sanankulon menjadi lokasi aksi kolaborasi yang diinisiasi Komunitas Omah Cam, pada Minggu (18/5/2025) malam.

Agenda Blitar Akhir Pekan ini mengangkat tema Air dan hari ini 20 Mei, bertepatan dengan momen Ulang Tahun Ke-135 Mbah Moedjair.

Agenda gotong royong ini diawali open mic dari para penggerak Suara Sastra yang membacakan puisi, dilanjutkan diskusi Merayakan Moedjair yang dihadiri Satrio Wibowo, salah satu cicit Mbah Moedjair, penemu dan pembudidaya pertama ikan mujair di kolam air tawar.

Selain diskusi santai, juga ada suguhan koleksi arsip dan referensi dalam riset penulisan buku Moedjair: Sejarah Tersembunyi Ikan Mujair yang terbit 2022 lalu.

Merayakan Moedjair ini diselingi demonstrasi mencanting batik motif khas ikan mujair karya Gigih Prasetyo dari Kampoeng Moedjair.

“Diskusi tentang sejarah ikan mujair sangat cocok dengan tema air dan dipadukan dengan pameran lukisan yang bertema air,” jelas Farid Sugiharto, dari Omah Cam.

Selain itu, ada juga live acoustic Ngaji Tani, kelompok petani yang konsisten bergerak dalam aksi pertanian sehat, yang membawakan lagu-lagu penuh semangat dan nilai perjuangan.

Hiburan musik juga datang dari Pak Kepz, musisi reggae Blitar yang datang menyajikan beberapa lagunya. Blitar Akhir Pekan ditutup nonton bareng (nobar) Tantjapan Dadakan.

Ada tiga film pendek lokal Blitar yang diputar, mulai Tak Ada Kesempatan Kedua, Melepasmu, dan Cermin Antik.

Film-film ini merupakan hasil produksi para pegiat film bersama masyarakat awam, yang menjadi sebuah cara menyampaikan cerita dari bawah yang biasanya tak terdengar.

Guyuran hujan yang berlangsung sejak sore tak menyurutkan semangat para penggerak Blitar Akhir Pekan untuk berkolaborasi. Agenda ini memadukan seni, sejarah, literasi, pertanian, hingga film yang dikemas sederhana untuk memberikan hiburan bermanfaat di tengah masyarakat.

Baca Juga: Eyelash Extensions, Tren Make Up Kekinian Ubah Penampilan Jadi Seperti Ini

“Blitar Akhir Pekan tidak hanya sebuah hiburan saja, namun menjadi ruang tempat bertemunya berbagai komunitas seni mulai dari seni rupa, sastra, musik, film, bahkan juga sekelompok petani yang berkarya musik. Dalam ruang ini kami mencoba untuk sharing tentang kegelisahan-kegelisahan yang selama ini kami pikirkan tentang konsep seni bahkan juga sejarah,” ungkap Farid.

Agenda ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dan kepedulian generasi saat ini terhadap perjuangan Mbah Moedjair yang pertama kali membudidayakan ikan mujair di kolam air tawar pada 1936 silam.

Dan seperti namanya, Blitar Akhir Pekan di mana akhir pekan ini menjadi sebuah simbol kebanyakan orang melepas lelahnya setelah berjuang untuk hidup yang lebih baik setiap harinya.

Harapannya, kegiatan ini bisa berlangsung terus serta menjadi jembatan bertemunya komunitas seni dan masyarakat luas. (ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kelompok tani #blitar #Omah Cam Art Space #kolaborasi #sastra #ikan #SUARA #Mbah Moedjair #Ulang Tahun