BLITAR – Jelang momen Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, kesehatan hewan kurban menjadi salah satu prioritas pemantauan tim Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar. Salah satu titik pantau adalah Pasar Hewan Wlingi. Tim kesehatan hewan turun lapangan memeriksa kesehatan dan memantau ketersediaan hewan kurban pada Selasa (20/5).
Langkah ini menindaklanjuti surat edaran (SE) kewaspadaan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) dan penyakit hewan menular strategis (PHMS). Misalnya, pencegahan penyebaran antraks seperti yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Jogjakarta.
Pemeriksaan pada Selasa dipilih karena bertepatan dengan hari pasaran Pasar Hewan Wlingi yang tidak bersamaan dengan pasar hewan lainnya. Karena itu, kemarin lebih ramai jika dibandingkan dua hari lainnya, yakni Kamis dan Sabtu.
“Di lapangan, kami sudah cek fisik hewan dan secara visual. Mulai area kepala, mulut, suhu tubuh, bulu, hingga bagian badan,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, drh Nanang Miftahudin.
Selama ini, Pasar Hewan Wlingi melayani kedatangan para penjual dari berbagai kecamatan, terutama dari wilayah Kabupaten Blitar bagian timur. Misalnya dari kecamatan Garum, Talun, Wlingi, Gandusari, Doko, Kesamben, Selorejo, Selopuro, Binangun, Wates, dan lainnya. Bahkan, ada juga penjual yang berasal dari wilayah Kecamatan Kalipare dan Donomulyo, Kabupaten Malang. Saat ini, menjelang Hari Raya Idul Adha, stok ketersediaan hewan kurban masih aman.
Seperti diketahui, angka pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah diprediksi meningkat sekitar 5 persen dari tahun lalu. Merespons momen pemotongan hewan kurban tersebut, Disnakkan Kabupaten Blitar bakal menerjunkan Tim Petugas Pemeriksa Kesehatan dan Pemantauan Pemotongan Hewan Kurban pada Perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.
Total petugas yang bakal diturunkan ke titik-titik pemotongan hewan kurban sebanyak 261 orang. Rinciannya, sebanyak 248 orang ditugaskan di desa dan kelurahan, serta 4 orang menjadi petugas pendampingan kurban penjabat daerah seperti Bupati Blitar, Wakil Bupati Blitar, sekretaris daerah (sekda), dan Ketua DPRD Kabupaten Blitar.
Sisanya diterjunkan ke tiga rumah potong hewan (RPH) yang ada di tiga kecamatan. “Ada sembilan petugas yang bertugas di RPH Srengat, RPH Kademangan, hingga RPH Wlingi,” jelas Nanang. (ynu/c1)
Editor : Fuad Abida