Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Curhat Di Medsos, Warga Desa Serang Kabupaten Blitar Protes Menu PMT, Ini Kata Dinkes

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 21 Mei 2025 | 19:30 WIB
Curhat Di Medsos, Warga Desa Serang Kabupaten Blitar Protes Menu PMT, Ini Kata Dinkes
Curhat Di Medsos, Warga Desa Serang Kabupaten Blitar Protes Menu PMT, Ini Kata Dinkes

BLITAR - Warga Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, heboh hingga curhat di media sosial terkait bakso menjadi menu pemberian makanan tambahan (PMT) posyandu. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar dan Kepala Desa Serang menganggap makanan itu sudah sesuai prosedur dan memenuhi gizi anak.

Ketika dikonfirmasi, Dita Faisal, warga Desa Serang, menganggap bakso dinilai tidak sesuai kebu­tuhan gizi anak-anak po­syandu. Padahal, desanya sebagai wilayah pesisir memiliki potensi sumber pangan yang sangat berlimpah. Mulai dari ikan segar, telur, hingga kacang hijau.

Dia ingin ibu-ibu kader posyandu ini dilibatkan dalam penentuan menu makanan tambahan. “Saya tidak melarang makanan seperti puding. Tapi kalau bisa dan saya berharap kembali ke makanan alami. Desa ini punya bahan segar dan sehat. Ada daun caon, santan alami, telur, hingga kacang hijau. Tinggal diolah saja. Anak umur 6 bulan sampai 2 tahun kan belum bisa makan bakso,” ungkapnya.

Kepala Desa Serang, Dwi Handoko mengatakan, pemberian menu bakso ini baru pertama dilakukan karena ingin ada inovasi agar tidak terkesan monoton. Biasanya, menu PMT posyandu itu ada kacang hijau, buah, dan jenang sumsum. Makanan ini juga berasal dari anggaran desa yang per menunya Rp 8.800. Handoko menyebut pengadaan menu makanan tambahan posyandu ini menggunakan anggaran dari desa melalui penyedia jasa makanan.

Meskipun begitu, menu PMT posyandu termasuk bakso ini dipastikan sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi di puskesmas. “Memang dari puskesmas disarankan ada perubahan menu PMT posyandu. Bakso ini masih dianggap masuk untuk memenuhi gizi anak,” tutur Handoko.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati menyatakan, bakso diperbolehkan untuk PMT posyandu. Dalam petunjuk teknisnya, makanan untuk balita ini harus mengandung protein hewani atau nabati, ada karbohidrat, dan buah.

Menurut Christine, menu bakso ini jarang diberikan sehingga membuat kaget anggota posyandu. Bahkan membuat mereka berpikiran makanan ini ada MSG (monosodium glutamat) dan penyedapnya. Tentu hal ini membuat mereka khawatir jika sang anak mengonsumsinya. “Namun, setelah saya konfirmasi kepada puskesmas, mereka telah memberi tahu pembuat PMT untuk tidak memberikan bahan tambahan seperti kimia. Jika benar, berarti bakso ini aman.

Bahkan gorengannya ada wortel sebagai sayuran. Terpenting menu posyandu ini sudah melalui arahan puskesmas,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)

Editor : Fuad Abida
#telur #Kepala Desa #Dinas Kesehatan (Dinkes) #gizi anak #Kabupaten Blitar #blitar #ikan segar #posyandu #kacang hijau