Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ada Penyakit Bawaan, Dua Jemaah Calon Haji Kabupaten Blitar Risiko Tinggi Kambuh

Yanu Aribowo • Rabu, 21 Mei 2025 | 20:30 WIB
Ada Penyakit Bawaan, Dua Jemaah Calon Haji Kabupaten Blitar Risiko Tinggi Kambuh
Ada Penyakit Bawaan, Dua Jemaah Calon Haji Kabupaten Blitar Risiko Tinggi Kambuh

BLITAR – Cuaca Kota Makkah yang berbeda dengan kampung halaman membuat jemaah haji asal Kabupaten Blitar harus pandai-pandai menjaga kondisi kesehatannya. Apalagi puncak musim Haji 1446 Hijriah masih berlangsung pada awal Juni mendatang.

Terutama jemaah haji yang masuk kategori risiko tinggi (risti) harus terus dalam pemantauan tim kesehatan haji Indonesia (TKHI), agar semua rangkaian ibadah haji bisa dijalani dengan lancar.
Pantauan tim petugas kelompok terbang (kloter) 9 Embarkasi Surabaya (SUB), jemaah haji kategori risti pada Senin (19/5) malam dilaporkan penyakit bawaannya kambuh.

Dari pemeriksaan TKHI, diketahui jemaah haji risti itu memiliki penyakit bawaan diabetes, sehingga harus mendapatkan penanganan rawat jalan. “Tadi malam (Senin malam, Red) ada dua jemaah risti yang kambuh penyakit bawaannya. Semoga Allah memberikan kesembuhan,” jelas ketua kloter 9 SUB, Choirun Niam.

Untuk menjaga kondisi kesehatan tetap prima, jemaah haji diimbau bisa mengatur agenda ibadah selama di Tanah Suci. Misalnya, dengan mengatur lokasi ibadah salat wajib tidak hanya di Masjidil Haram, tapi bisa memanfaatkan musala besar yang ada di area hotel. Sepekan berada di Kota Makkah, jemaah haji diimbau melaksanakan salat Duhur dan Asar di musala hotel, karena siang hari suhu sangat panas yang mencapai 44 derajat celcius.

“Di hotel ada musala yang mampu menampung 400-an orang. Jika salat Magrib, Isya dan Subuh banyak jemaah yang salat di Masjidil Haram,” jelas Niam.

Saat ini, sejak tiba di Kota Makkah pada Selasa (13/5) lalu, penginapan jemaah haji kloter 9 terbagi menjadi tiga hotel di kawasan Miswala. Jarak antarhotel masih kategori berdekatan, sekitaran 100 meter dan jarak ke Masjidil Haram sekitar dua kilometer.

Sementara itu, Muhadi Madris, jemaah haji asal Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, yang meninggal dunia di RS King Abdul Aziz pada dunia Senin (19/5) dini hari sekitar pukul 02.30 Waktu Arab Saudi (WAS) sudah dimakamkan di pemakaman sekitar Kota Makkah. Jenazah pria 74 tahun ini usai disalatkan di Masjidil Haram lalu segera dimakamkan di pemakaman Soraya. “Lokasinya di pinggiran kota, berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Makkah,” jelas pria yang juga Kepala MTsN 3 Blitar ini. (ynu)

Editor : Fuad Abida
#makkah #Kabupaten Blitar #blitar #Tim Kesehatan Haji Indonesia #jemaah haji #risiko tinggi #risti