BLITAR - Masyarakat yang melintas di jalan penghubung antarkecamatan di Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, harus ekstra hati-hati. Terutama masyarakat yang melintas dari arah utara ke selatan. Pasalnya, di kawasan yang berdekatan dengan Kantor Kepala Desa Wonorejo, banyak terdapat permukaan jalan yang aspalnya mengelupas. Kondisi itu terjadi di beberapa titik di sisi timur jalan.
Hal itu pun membuat permukaan jalan tidak rata dan bergelombang sehingga sangat membahayakan bagi pengendara, terutama para pengguna sepeda motor. Apalagi, kerusakan jalan itu ada yang mencapai setengah badan jalan.
Dengan begitu, masyarakat hanya punya pilihan untuk terus menerjang area yang rusak atau melewati jalur berlawanan. “Yang berbahaya jika arus lalu lintas ramai dan saat bersamaan ada kendaraan besar dari arah berlawanan,” ujar Supardi, warga sekitar.
Melihat kondisi itu sebagai langkah antisipasi terjadinya kecelakaan oleh masyarakat setempat, area permukaan aspal yang mengelupas sudah diberi penanda. Masyarakat mengecat area luar yang mengelupas dengan cat putih berupa garis yang mengikuti area luar kerusakan. Harapannya, masyarakat yang melintas kawasan ini bisa mengetahui area kerusakan jalan dari kejauhan. Namun, kondisi itu perlu diwaspadai saat malam hari karena area yang mengelupas tidak terlihat jelas.
Seperti diketahui, jalan ini menghubungkan empat wilayah kelurahan dan desa dari dua kecamatan, yakni dari utara ada Kelurahan Bajang, Desa Wonorejo, dan Desa Duren di Kecamatan Talun, yang berbatasan langsung dengan akses di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro.
Jalur itu menjadi salah satu jalur penghubung atau jalur utama Blitar-Malang bagian utara dan selatan. Bahkan, jika ada pengalihan arus lalu lintas di kawasan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar di Kelurahan/Kecamatan Kanigoro, salah satunya memanfaatkan jalur ini. Tak heran, arus lalu lintas di kawasan ini cukup ramai, terutama di akhir pekan. (ynu/c1)
Editor : Fuad Abida