BLITAR - Sebanyak 60 dokter hewan dan paramedik berpengalaman siap diturunkan sebelum hingga proses kurban dilaksanakan. Tim yang dibentuk oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar ini bakal memantau kondisi kesehatan hewan kurban.
Puluhan petugas yang tergabung dalam tim pemantau hewan kurban ini bakal ditugaskan di setiap kelurahan di Kota Blitar, khususnya di lokasi penyembelihan hewan kurban yang digelar oleh masyarakat.
“Ya, tim ini akan ditempatkan untuk mengecek dan memantau di masing-masing tempat penyembelihan yang ada di setiap kelurahan di Kota Blitar,” ungkap Kabid Peternakan DKPP Kota Blitar, Jeti Novita, kepada Koran ini kemarin (22/5).
Para petugas ini terus melakukan pemantauan dan mobilitas hewan ternak yang ada di Kota Blitar. Tapi, tim ini memang difokuskan pada H-1 dan saat Idul Adha dilaksanakan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, dilakukan pengecekan kondisi antemotem dan postmortem, kemudian membuat laporan kepada DKPP.
“Sudah mulai bergerak, tapi memang fokus pengecekan antemortem dan postmortem atau sebelum dan setelah dilakukan penyembelihan hewan kurban,” tegasnya.
Para dokter hewan yang masuk dalam tim ini, ungkap jeti, selain dokter hewan dari DKPP, juga ada dokter hewan dari PDHI Jatim VIII. Ditambah, paramedik yang terlatih dalam pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban.
“Dari dinas, kemudian ada dari Jatim juga, serta paramedik terlatih. Jadi benar-benar profesional dan bisa menjamin daging hewan kurban layak dikonsumsi oleh masyarakat,” bebernya.
Dia berharap proses pemantauan pada Idul Adha nanti bisa berjalan dengan lancar. Kemudian, kondisi hewan kurban, khususnya daging sembelihan, sehat dan tidak ada yang mengandung penyakit menular serta membahayakan.
“Semoga lancar, yang jelas kami sudah siaga dan siap memantau ketat kondisi hewan kurban di masyarakat. Dan rumah potong hewan (RPH) Dimoro juga sudah siap,” akunya. (ady/c1)
Editor : Fuad Abida