BLITAR – Kawasan Alun-Alun Kota Blitar, Minggu pagi (25/5/2025) mendadak berubah menjadi lautan manusia.
Ribuan warga dari Blitar Raya tumplek blek mengikuti peluncuran perdana Car Free Day (CFD) bertajuk Blitar Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat).
Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya agenda rutin Pemkot Blitar dalam mendorong gaya hidup sehat warganya.
Baca Juga: Mengenal Ratu Bridge Kota Blitar: Siapa Sosoknya dan Apa Prestasinya?
CFD dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Ribuan peserta tampak antusias mengikuti senam massal di pelataran alun-alun.
Tak berselang lama, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin memberangkatkan secara langsung jalan sehat sejauh 3 kilometer, dengan rute mengelilingi sejumlah ruas protokol kota.
"Ini adalah langkah awal kami untuk mengajak masyarakat hidup lebih sehat lewat olahraga. Dan Alhamdulillah, antusias masyarakat hari ini begitu luar biasa," kata Mas Ibin, sapaan akrab Wali Kota Blitar, Minggu (25/5/2025).
Wali kota menaksir jumlah peserta yang hadir mencapai 30 ribu orang. Mereka tak hanya datang dari Kota Blitar, tetapi juga dari luar kota dan sekitarnya.
Mas Ibin pun turut berjalan kaki bersama warga, sembari menyapa dan melayani permintaan foto bersama.
CFD Blitar Gemas dirancang menjadi agenda mingguan yang rutin digelar setiap hari Minggu, dengan titik pusat tetap di Alun-Alun Kota Blitar.
Selain olahraga, acara ini juga diramaikan dengan pertunjukan hiburan serta lapak-lapak UMKM yang menjajakan aneka produk kuliner dan kerajinan warga.
"Tujuannya tidak hanya untuk kebugaran, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi kecil. Karena saat CFD ini, banyak pedagang kecil yang bisa berjualan. Yang penting tetap menjaga keamanan dan kebersihan," lanjutnya.
Pemkot berharap melalui CFD Blitar Gemas, masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sekaligus merasakan ruang publik yang aman, nyaman, dan bebas polusi.
Baca Juga: Sosok Ketua KPU Kota Blitar Masif Kenalkan Pemikiran Bung Karno hingga Dirikan SBK
CFD berlangsung hingga pukul 09.00 WIB. Masyarakat bisa berolahraga apapun dan senyaman mungkin di sejumlah titik ruas jalan.
“Evaluasi tetap kami perlukan guna pelaksanaan berikutnya lebih baik. Dan, manfaatnya dirasakan secara luas,” pungkas. (sub)
Editor : M. Subchan Abdullah