BLITAR - Babak penyisihan Praporprov Zona 5 Jawa Timur 2025 berhasil dilalui tim Porprov Sepakbola Kota Blitar sebagai juara grup. Itu setelah pada laga ketiga kemarin (26/5) berhasil menaklukkan tim porprov Kabupaten Blitar dengan skor 3-2.
Untuk diketahui, penyisihan praporprov Jatim Zona 5 digelar di Stadion Soeprijadi, Kota Blitar. Dan tim andalan Kota Blitar ini berhasil memanfaatkan bermain kandang dengan menyapu bersih 3 laga penyisihan grup dan meraih 9 poin.
“Ya, alhamdulillah kita berhasil keluar sebagai juara grup untuk penyisihan praporprov zona 5. Setelah berhasil mengandaskan tim dari Mojokerto, kemudian Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Blitar,” ungkap Manager Tim Sepakbola Porprov Kota Blitar, Yudi Meira, kepada Koran ini kemarin (26/5).
Dalam laga terakhir, ujar Yudi, tim kota berhasil unggul pada babak pertama dengan skor mencolok 3-0. Karena yakin bisa menang, akhirnya pada babak kedua memasukkan beberapa pemain cadangan untuk merasakan pertandingan. “Dan ternyata memang cukup kedodoran, karena justru tim Kabupaten Blitar bisa membuat 2 gol, meskipun skor akhir 3-2,” jelasnya.
Menurut dia, laga-laga penyisihan ini menjadi bahan evaluasi dalam dua minggu sebelum berangkat ke Malang Raya yang menjadi tempat digelarnya Porprov Jatim 2025. Khususnya difokuskan pada peningkatan stamina dan daya tahan, serta kekompakan tim bakal menjadi fokus latihan yang bakal dilakukan.
“Memang kondisi secara teknis antara pemain inti dan cadangan cukup terlihat, makanya akan memaksimalkan waktu dua minggu sebelum laga porprov dilaksanakan, khusus untuk stamina dan kekompakan tim,” ujarnya.
Selain fokus pada internal tim, ujar Yudi, dirinya juga meminta agar tim mewaspadai beberapa daerah, khususnya yang memiliki klub-klub sepakbola di Liga 1. Karena secara pembinaan dan teknis tentu memiliki segala fasilitas dan pembinaan sepakbola dari jenjang umur yang lebih baik dari Kota Blitar.
“Sebenarnya semua tim yang lolos ke porprov ini semua tim yang bagus, namun perlu diwaspadai adalah daerah-daerah yang memiliki tim di Liga 1, yang tentu pembinaan sepakbola lebih baik dan matang, misalnya tuan rumah Malang, Kota Surabaya, Bangkalan, Lamongan dan lain-lain,” akunya. (sub/ady)
Editor : Fuad Abida