BLITAR - Proses seleksi penerimaan peserta didik baru (SPMB) jenjang SMP negeri di Kota Blitar tahap pertama resmi ditutup hari ini, Rabu (28/5). Tahapan seleksi ini berlangsung sejak 20 Mei lalu yang digelar di seluruh SMP negeri yang ada di Bumi Bung Karno.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar, Jais Alwi Mashuri mengatakan, hingga kemarin (27/5), proses penerimaan siswa baru berjalan lancar.
Tercatat ada sembilan SMP negeri di Kota Blitar yang membuka pendaftaran dengan total daya tampung atau pagu mencapai 2.464 kursi.
“Proses masih berjalan hingga hari ini (kemarin, Red) dan besok (hari ini, Red), khususnya jalur domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi. Jalur domisili menjadi yang paling ketat karena banyak peminat dan persyaratannya juga lebih selektif tahun ini,” terang Jais, kemarin (27/5).
Jais juga mengimbau kepada wali murid untuk lebih cermat dalam memilih sekolah tujuan. Menurutnya, ketentuan jalur domisili yang ketat menuntut orang tua memastikan bahwa alamat, dokumen pendukung, dan jarak dari rumah ke sekolah sesuai dengan aturan.
Sebagai bentuk transparansi, dispendik membuka kanal-kanal pengaduan dan informasi bagi masyarakat, khususnya para wali murid. Kanal ini bisa dimanfaatkan untuk melaporkan jika ditemukan kejanggalan atau dugaan pelanggaran selama proses seleksi berlangsung.
“Kami sangat transparan dan membuka posko di setiap SMP negeri dan juga di kantor dinas. Jadi, jika ada temuan atau keluhan bisa langsung disampaikan,” ujarnya.
Tak hanya itu, dispendik juga melibatkan pengawasan dari Inspektorat Kota Blitar dan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memastikan seluruh proses berlangsung transparan dan berintegritas. “Kami jamin sistem ini objektif. Tidak ada manipulasi. Semuanya berdasarkan penilaian sistem dan wali murid bisa memantau sendiri perkembangan anak-anaknya,” jelasnya.
Pengumuman hasil seleksi akan disampaikan secara resmi dan dapat dipantau oleh masyarakat melalui sistem online yang telah disediakan. ”Monggo masyarakat, khususnya wali murid, bisa mencermati hasilnya,” pungkasnya. (sub/c1/ady)
Editor : Fuad Abida