Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Wujud Komitmen Disbudpar Kabupaten Blitar Lestarikan Kesenian Tari Emprak: Gelar Lomba Tari Peserta se-Jatim

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 28 Mei 2025 | 23:00 WIB
SINERGI: Kepala Disbudpar Kabupaten Blitar Suhendro Winarso memberikan apresiasi dan cinderamata untuk pemateri pembelajaran Tari Emprak.
SINERGI: Kepala Disbudpar Kabupaten Blitar Suhendro Winarso memberikan apresiasi dan cinderamata untuk pemateri pembelajaran Tari Emprak.

BLITAR – Kabupaten Blitar tengah mempersiapkan kebangkitan sebuah seni tari legendaris yang sempat dikenal luas, yakni Tari Emprak. Tarian khas Bumi Penataran itu sedang diangkat kembali ke panggung regional lewat lomba tari se-Jawa Timur yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar.

Lomba Tari Emprak se-Jawa Timur ini sudah dimulai sejak 5-22 Mei lalu dan terbuka untuk umum. Peserta cukup mendaftarkan diri secara gratis dengan mengirimkan video pertunjukan tari. “Tari Emprak ini tari legendaris. Banyak kota sudah pernah menggunakannya. Maka sekarang saatnya kita angkat kembali sebagai salah satu kekayaan seni Blitar,” ujar Kepala Disbudpar Blitar, Suhendro Winarso.

Nantinya, video tersebut akan dikurasi, lalu dipilih enam besar. Finalis ini akan diundang tampil langsung di amfiteater Candi Penataran atau kantor disbudpar pada Sabtu (14/6) pagi.

Juara pertama akan tampil dalam puncak perayaan Kresnayana di malam minggunya. “Tari ini harus dibawakan secara berkelompok, tiga sampai lima orang. Peserta bebas, bisa dari sanggar, sekolah, atau komunitas. Tidak dibatasi usia atau asal,” jelas Suhendro.

Menariknya lomba ini, salah satu jurinya adalah pencipta Tari Emprak itu sendiri yakni Dimas Pramuka Admaji. Kehadiran sang pencipta sebagai kurator utama memberikan bobot tersendiri pada penilaian. Suhendro menegaskan, lomba ini merupakan bentuk inovasi di tengah efisiensi anggaran. Alih-alih menyerah karena keterbatasan, disbudpar justru mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk pelestarian budaya.

“Dalam suasana keterbatasan, kita tidak boleh menyerah. Kami wajib menjaga kebudayaan dan pariwisata sebisa mungkin. Maka ini salah satu contohnya, inovasi, kolaborasi, dan teknologi harus dimaksimalkan,” tegasnya.

Suhendro menceritakan, kegiatan ini lebih dari sekadar lomba. Karena Tari Emprak menyimpan makna filosofis yang kuat. Meski awalnya diciptakan sebagai tarian penyambutan, tari ini mencerminkan semangat khas tanah Blitar yang patriotik, energik, dan penuh semangat.

“Blitar dikenal sebagai tanah kelahiran pemimpin. Maka, tariannya juga punya jiwa patriotik. Gerakannya awalnya kalem, tapi makin lama makin membara. Ada semangat gotong royong dan kepahlawanan,” pungkas Suhendro. (jar/c1/ynu)

Editor : Fuad Abida
#penataran #Kabupaten Blitar #blitar #jawa timur #lomba #tari #Disbudpar