Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kabar Gembira, Pemerintah Buka Peluang Ekspor Telur ke Empat Negara Bagi Peternak Ayam Petelur Blitar

Agus Muhaimin • Jumat, 30 Mei 2025 | 05:05 WIB
MODERN: Tim dari Kementerian Pertanian saat survei kondisi peternakan ayam petelur di Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu.
MODERN: Tim dari Kementerian Pertanian saat survei kondisi peternakan ayam petelur di Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu.

BLITAR — Karpet merah menanti para peternak ayam petelur dari Bumi Penataran. Pemerintah pusat bakal memfasilitasi produsen telur konsumsi tersebut untuk ekspansi pasar ke beberapa negara.

Setidaknya ada delapan peternak asal Jawa Timur yang dipilih untuk difasilitasi ekspor, enam di antaranya berasal dari Kabupaten Blitar.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, drh Nanang Miftahudin menyebut, pemilihan ini bukan tanpa alasan.

Salah satu faktor utamanya adalah kapasitas produksi telur di Kabupaten Blitar yang jauh melebihi kebutuhan konsumsi lokal.

"Selain produksi yang besar, peternak kita juga dinilai lebih siap secara metode dan manajemen peternakan. Banyak yang sudah menggunakan sistem close house, mengantongi sertifikat veteriner level satu, dan standar lainnya yang dibutuhkan dalam sistem peternakan modern," terang Nanang saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/5/2025).

Negara-negara tujuan ekspor yang ditargetkan, antara lain Singapura, Abu Dhabi, Oman, dan Timor Leste.

Namun, Nanang mengingatkan, untuk bisa benar-benar masuk pasar ekspor, masih ada satu syarat krusial yang belum dipenuhi seluruh peternak.

"Untuk ekspor, peternakan harus berada dalam kompartemen bebas avian influenza (AI). Artinya, peternakan tersebut harus terverifikasi bebas dari virus flu burung melalui sistem pengawasan terpadu dan berkelanjutan," jelasnya.

Saat ini, hanya beberapa peternak di Kabupaten Blitar yang telah memenuhi syarat tersebut. Karena itu, dinas peternakan dan perikanan mendorong agar para peternak segera melengkapi standar yang dibutuhkan agar tidak kehilangan momentum ini.

Nanang menambahkan, peluang ekspor telur konsumsi sebenarnya masih sangat terbuka luas, tak hanya di negara-negara yang saat ini menjadi tujuan awal. Tapi untuk dapat bersaing, diperlukan kesiapan menyeluruh dari hulu ke hilir.

"Bukan hanya soal produksi, tapi juga manajemen pemeliharaan, biosecurity, manajemen panen, kebersihan telur, hingga pengemasan produk. Semua harus sesuai standar internasional," tegasnya.

Baca Juga: Tangani Masalah Banjir Kota Blitar, Dinas PUPR Koordinasi BBWS hingga Evaluasi Sistem Pintu Air

Dalam skema ekspor ini, pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator. Adapun kerja sama dagang dilakukan langsung antara peternak dan negara tujuan.

"Peluangnya besar, tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan memenuhi semua syarat yang ditetapkan," pungkas Nanang. (hai/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#ayam #fasilitasi #telur #peternak #blitar #ekspor #pemerintah #petelur #Negara #peluang