BLITAR – Kondisi jalur lingkar Gunung Kelud yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Garum rusak parah. Permukaan jalan sudah menyisakan struktur batuan yang membuat kelancaran perjalanan masyarakat di wilayah Kabupaten Blitar bagian utara ini terganggu.
Sebenarnya, sebagian besar kondisi jalur utama di Desa Karangrejo, terutama di wilayah barat, sudah bagus karena dibangun dengan struktur cor.
Namun, di wilayah timur yang menghubungkan dengan Desa Sidodadi dan Desa Slorok, kondisinya cukup memprihatinkan. Masyarakat setempat yang melintasi kawasan tersebut harus ekstra sabar karena laju kendaraan tidak bisa lancar dan harus mencari celah permukaan jalan yang rata. “Sebenarnya jaraknya cukup dekat, tapi jalannya rusak, jadi perjalanan tidak bisa lancar,” ujar Suyono, warga setempat.
Selama ini, jalur lingkar Gunung Kelud menjadi akses yang menghubungkan tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Blitar bagian utara, yakni dari timur ada Kecamatan Gandusari, Kecamatan Garum, hingga Kecamatan Nglegok. Masyarakat setempat menjadikan jalur ini sebagai salah satu pilihan, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun dalam proses distribusi hasil pertanian dan peternakan.
Harapannya, akses penghubung antardesa ini bisa segera diperbaiki sehingga permukaan jalan yang sudah dicor bisa tersambung. Karena selain di bagian barat Desa Karangrejo yang sudah dicor, di bagian timur ada jalur yang sudah dicor, tepatnya di Dusun Menjangan Kalung, Desa Slorok. Jika saja kedua titik pengecoran bisa terhubung, akses transportasi masyarakat setempat sangat terbantu.
Seperti diketahui, Desa Karangrejo saat ini juga menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan, khususnya para pendaki gunung dari berbagai daerah. Pasalnya, jalur pendakian Gunung Kelud lewat Desa Karangrejo menjadi salah satu favorit untuk menikmati pemandangan lereng Gunung Kelud bagian selatan. Pada musim liburan, pendakian ke Gunung Kelud cukup ramai. (ynu/c1)
Editor : Fuad Abida