BLITAR - Melintasi Jalan Raya Penataran, yang menjadi jalur utama penghubung wilayah Kecamatan Nglegok, dengan wilayah Kota Blitar, masyarakat perlu waspada. Pasalnya di kawasan yang masuk Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, terdapat beberapa titik kerusakan jalan.
Terdapat permukaan aspal yang bergelombang. Salah satunya berada di dekat area Kantor Kepala Desa Jiwut.
Kerusakan jalan berupa permukaan aspal yang bergelombang terdapat di bagian sisi timur jalan, sehingga membuat masyarakat yang melintas dari arah utara ke selatan harus ekstra waspada, terutama pada malam hari.
Apalagi jalur utama ini tidak pernah sepi, karena setiap hari banyak warga kabupaten yang beraktivitas di kota maupun sebaliknya. “Kalau siang masih terlihat, kalau malam harus lebih waspada,” jelas Nur, wargas setempat.
Sebagai antisipasi kecelakaan akibat goncangan melintasi jalan yang bergelombang, masyarakat setempat sudah memberikan penanda secara swadaya. Yakni, memberikan garis penanda putih di sekitar area yang bergelombang.
Harapannya, pada malam hari bisa terlihat jelas dan masyarakat yang melintas bisa menghindarinya. Masyarakat berharap kerusakan yang terjadi bisa segera dibenahi, sehingga kelancaran dan keselamatan masyarakat saat berkendara bisa terpenuhi.
Seperti diketahui, dari wilayah Kota Blitar jalur ini menghubungkan ke beberapa destinasi wisata di wilayah Kabupaten Blitar bagian utara. Misalnya, di wilayah Kecamatan Nglegok ada Kompleks Candi Penataran, Museum Penataran, Kolam Renang Penataran, Perkebunan Kopi Karanganyar, dan Candi Gambar Wetan.
Sedangkan di wilayah Kecamatan Garum ada wisata pendakian ke puncak Gunung Kelud melalui Desa Karangrejo, yang juga bisa ditempuh melalui jalur ini. Tak hanya itu, jalur ini juga menghubungkan wilayah Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Kediri, seperti wilayah Kecamatan Ngancar. (ynu)
Editor : Fuad Abida