Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Buaya Peliharaan Warga Wonodadi Blitar Makin Membesar, Pemilik Khawatir Ancam Keselamatan Warga Sekitar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 3 Juni 2025 | 22:00 WIB
Photo
Photo

BLITAR – Riadi, 48, warga Desa Salam, Kecamatan Wonodadi, resah dengan seekor buaya peliharaannya. Sebab, hewan ini sudah berukuran lebih dari dua meter yang dikhawatirkan membahayakan orang sekitar. Pihaknya sudah melapor ke balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) sejak 2023, namun responsnya lambat.

Kepala Desa Salam, Kurniawan Zuhri mengatakan, sebenarnya buaya ini sudah dilaporkan ke BKSDA sejak November 2023 lalu.

Namun, sejak laporan pertama itu buaya hanya dipantau dan belum dilakukan evakuasi. Dia kembali melapor ke BKSDA pada akhir Mei.

Ternyata saat ini kewenangannya sudah berpindah kepada balai pengelolaan sumber daya pesisir dan laut (BPSPL). “Buaya itu sudah dipelihara sejak berukuran kadal oleh pemilik rumah yang mendapatkan dari adiknya, sebagai oleh-oleh dari Papua sekitar 8 tahun lalu. Pemiliknya sempat berpikir kalau hewan itu tidak bisa besar,” ujarnya.

Zuhri melanjutkan, buaya yang sehari–hari diberi pakan daging ayam kondisinya saat ini semakin besar. Maka dari itu, Riadi sebagai pemilik rumah mulai merasa khawatir. Lalu, meminta bantuan kepala desa untuk menghubungkan kepada lembaga yang berwenang mengevakuasi buaya ini. Usai buntu meminta bantuan BKSDA untuk mengevakuasi buaya, kepala desa akhirnya menghubungi Damkar Kabupaten Blitar.

Petugas langsung melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan BPSPL. “Saya dapat info kalau buayanya akan dilakukam evakuasi. Kalau tidak sore ini (kemarin, Red) ya besok mas. Petugas damkar koordinatornya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemadam, Penyelamatan, Sarpras Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi buaya. Kondisinya saat ini masih aman, selama tidak ada oknum yang jail tangannya.

Saat dilihat, buaya itu berada di dalam kandang darurat bekas kolam lele dengan dinding setebal hanya 7 sentimeter. Lokasinya pun berada di belakang rumah sehingga pemilik melarang anak-anak bermain di sekitar area kandang.

“Pemadam kebakaran (damkar) tidak memiliki alat khusus untuk mengevakuasi buaya sebesar itu. Saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan BPSPL, agar buaya yang belum diketahui jenis pastinya ini bisa segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman,” pungkasnya. (jar/ynu)

Editor : Fuad Abida
#Konservasi Sumber Daya Alam #Kepala Desa #blitar #evakuasi #buaya #bksda