Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sidak Pasar Hewan Dimoro, DKPP Kota Blitar Temukan Belasan Kambing  Cacingan

M. Subchan Abdullah • Rabu, 4 Juni 2025 | 21:00 WIB
ANTISIPASI: Aktivitas perdagangan sapi di Pasar Hewan Dimoro Kota Blitar.
ANTISIPASI: Aktivitas perdagangan sapi di Pasar Hewan Dimoro Kota Blitar.

BLITAR - Jelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, pengawasan mobilitas hewan ternak di Pasar Dimoro Kota Blitar makin diperketat.

Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) dan lumpy skin disease (LSD).

Kemarin (3/5), Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin beserta jajaran OPD terkait melakukan sidak di Pasar Hewan Dimoro. Memantau transaksi jual beli hewan kurban dan harga, serta memeriksa kesehatan hewan. “Ya, ini tadi (kemarin, Red) meninjau Pasar Hewan Dimoro. Karena ini pasaran, jadi lumayan ramai,” terangnya, kemarin.

Wali kota meminta dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) untuk memastikan kebutuhan hewan kurban di Kota Blitar tercukupi. Yang paling penting memastikan hewan kurban yang akan disembelih sehat dan layak dikonsumsi. “Maka itu, pengawasan diperketat. Optimalkan pencegahan agar hewan kurban yang akan disembelih nanti benar-benar aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim kesehatan hewan DKPP di Pasar Hewan Dimoro, tercatat ada sejumlah sapi dan kambing terkena penyakit. Salah satunya terserang LSD. Tim saat itu juga langsung meminta penjual untuk membawa pulang.

Petugas langsung mensterilisasi tempat sapi tersebut guna meminimalisasi penyebaran virus. “Ya untuk yang terjangkit LSD, kami temukan satu ekor sapi. Kami langsung minta bawa pulang agar tak menularkan hewan lain dan tempatnya kami sterilisasi,” jelas Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh.

Selain LSD, petugas juga menemukan jenis penyakit lainnya pada kambing yakni ORF (Ecthyma contagiosa). Ciri-cirinya terdapat luka dan bintil-bintil pada kulit. “Selain itu, kami juga temukan kambing terkena parasit atau cacingan. Ada 15 ekor kambing yang terdeteksi. Di luar itu ditemukan penyakit non infeksius,” terangnya.

Pada Hari Raya Idul Adha tahun ini, DKPP memperkirakan kebutuhan hewan kurban di Bumi Bung Karno mencapai lebih dari 1.500 ekor sapi, kambing, maupun domba. Perinciannya, sapi 590 ekor, kambing 1.181 ekor, dan domba 15 ekor. Kemudian, populasi sapi potong di kota mencapai 3.258 ekor.

“Harapannya tiap tahun ada kenaikan ya, meski tidak signifikan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menyembelih kambing atau sapi sesuai anjuran agama maupun kesehatan,” tandasnya. (sub/c1/ady)

Editor : Fuad Abida
#pasar #LSD #blitar #wali kota blitar #pmk #DKPP #Penyakit Mulut dan Kuku #Idul Adha #hewan ternak #hari raya #kesehatan #sidak #lumpy skin desease #kurban #opd #Kota Blitar