BLITAR - Sebanyak 450 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 511/Dibyatara Yodha (DY) atau Badak Hitam mengikuti latihan persiapan operasi (latsiapops) di kawasan perbatasan Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Malang.
Fokus lokasi latihan dalam persiapan penugasan pengamanan perbatasan (pamtas) Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG), berada di Kecamatan Gandusari dan Kecamatan Ngantang. Latsiapops telah berlangsung sejak Senin (19/5) hingga Minggu (8/6) mendatang.
Medan di wilayah Kecamatan Gandusari dan Kecamatan Ngantang memiliki karakteristik yang mirip dengan wilayah penugasan di perbatasan RI-PNG. Misalnya, kawasan hutan di lereng Gunung Kelud dan Gunung Kawi yang masih lebat, memiliki jalur yang terjal, serta cuaca yang mudah berubah.
Latsiapops sangat dibutuhkan menjelang penugasan di perbatasan RI-PNG karena untuk meningkatkan kemampuan tempur, ketahanan fisik, serta kesiapsiagaan prajurit.
Di tengah jalannya latsiapops, para prajurit mendapatkan atensi langsung dari Wakil Asisten Latihan Kepala Staf Angkatan Darat (Waaslat Kasad) Brigjen TNI Fifin Firmansyah saat mengunjungi Makosatgas Yonif 511/DY yang dipusatkan di wilayah Perkebunan Bantaran, Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, pada Selasa (3/6).
Selain makosatgas, ada sembilan titik pos latihan yang dikunjungi. “Pastikan semua prajurit mengerti karakteristik senjata, jaga kesehatan dan keamanan selama latihan dan penugasan, serta bawa nama baik satuan selama melaksanakan tugas,” tegas Brigjen TNI Fifin Firmansyah.
Dalam kunjungan ini, ada beberapa arahan yang disampaikan. Di antaranya, prajurit harus menyiapkan mental dan fisik sebelum latihan pratugas di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Batu Jajar, prajurit harus merawat alat dan perlengkapan, serta berlatih dengan serius untuk menunjang penugasan.
Brigjen TNI Fifin Firmansyah langsung meninjau dan memantau kondisi prajurit maupun staf, di antaranya pengecekan data masing-masing staf yang diaplikasikan dalam manajemen staf, program latihan, produk unggulan, serta paparan mekanisme latihan yang disampaikan oleh
Komandan Yonif 511/DY, Letkol Inf Virlani Arudyawan. Turut hadir dalam kunjungan ini salah satunya Pabandyalat Kodam V/Brawijaya, Mayor Inf Armawansyah Siregar. Usai latsiapops, para prajurit segera menjalani latihan di Pusdiklatpassus Batu Jajar di Kabupaten Bandung Barat selama sebulan mulai Minggu (15/6).
Di Pusdiklatpassus Batu Jajar, prajut Badak Hitam akan menjalani latihan mempertajam naluri tempur. (ynu/c1)
Editor : Fuad Abida