BLITAR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar memastikan bakal memberikan reward bagi atlet peraih medali emas di ajang pekan olahraga provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025.
Event dua tahunan ini akan digelar di Malang Raya pada 28 Juni–5 Juli mendatang.
Ketua Harian KONI Kabupaten Blitar, Fatatoh Hirony Ulya mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan permohonan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Blitar terkait pemberian tali asih bagi atlet berprestasi.
“Kami sudah menyampaikan kepada Dispora Kabupaten Blitar untuk pemberian tali asih kepada atlet yang meraih medali emas dalam porprov di Malang nanti,” ujarnya.
Meski nilai pastinya masih dalam pembahasan, besar kemungkinan nominalnya tidak jauh berbeda dari porprov sebelumnya, yakni Rp 30 juta per medali emas.
Saat ini nilainya masih dalam pembahasan sampai sekarang. Khusus untuk cabang olahraga (cabor) futsal, Fatatoh yang juga merupakan pembina cabor tersebut, menyiapkan bonus tambahan pribadi sebesar Rp 10 juta.
Tentu bagi tim futsal putra dan putri jika sukses menyabet medali emas. Selain itu, pemain juga akan mendapat sepatu baru.
“Iya, untuk futsal saya sebagai pembina akan memberikan bonus Rp 10 juta untuk emas baik putra maupun putri. Nan- ti juga dapat sepatu baru,” tandasnya.
Fatatoh menaruh harapan besar kepada cabor futsal. Apalagi, hasil drawing grup Porprov Jatim IX yang digelar di Kota Batu pada Rabu (28/5/2025), menempatkan tim putra Kabupaten Blitar di Grup C bersama Kabupaten Malang, Jember, dan Bangkalan.
Meskipun begitu, tim futsal putra tetap optimistis bisa jadi juara grup.
Menurutnya, format kompetisi akan memakai sistem knock out setelah fase grup. Dia menargetkan tim putra lolos ke fase kedua dan berpeluang meraih emas.
“Insyaallah tim putra bisa maju ke tahap kedua. Optimistis 80 persen bisa dapat medali emas,” ucapnya.
Pertandingan futsal por- prov tahun ini digelar di dua lokasi berbeda. Tim putra akan berlaga di Lapangan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Kota Malang, sedangkan tim putri bertanding di Jambu Luwuk, Kota Batu.
Sementara itu, tim putri Kabupaten Blitar tergabung di Grup A bersama Kota Batu, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Banyuwangi. Fatatoh mengakui, lawan di grup ini cukup berat, tapi peluang tetap terbuka.
“Peluangnya cukup berat kalau untuk putri. Tapi target kami tetap bisa lolos ke babak kedua,” ka- tanya. (jar/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah