BLITAR - Penelusuran lapangan Tim Identifikasi dan Pendaftaran Naskah Kuno Nusantara Kabupaten Blitar bakal berlanjut pada Juni ini. Setidaknya, dari penelusuran Mei lalu, tim sudah mengidentifikasi beberapa naskah kuno di berbagai kecamatan. Mulai tulisan tangan salinan kitab Tafsir Jalalain hingga salinan kitab fiqih madzhab Syafii. Meski kondisinya sudah berumur lebih dari 50 tahun, namun isi dari kitab tersebut masih bisa dibaca.
Hasil penelusuran lapangan Tim Identifikasi dan Pendaftaran Naskah Kuno Nusantara Kabupaten Blitar antara lain adalah tulisan tangan salinan kitab Tafsir Jalalain dari Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu; tulisan tangan salinan Serat Ambiya dari Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok; tulisan tangan salinan kitab aksara Arab dari Pendapa Ronggo Hadi Negoro, Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul.
Selain itu, juga diidentifikasi tulisan tangan salinan kitab suwuk dari Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro; tulisan tangan salinan Serat Ambiya dari Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon; hingga tulisan tangan salinan kitab fiqih madzhab Syafii dari Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro. “Untuk Juni penelusuran di lapangan akan kami jadwalkan lagi, semoga bisa mengidentifikasi naskah kuno lainnya,” jelas anggota Tim Identifikasi dan Pendaftaran Naskah Kuno Nusantara Kabupaten Blitar, Septiyawati.
Seperti diketahui, proses penelusuran naskah kuno di tengah masyarakat memang membutuhkan kesabaran dan ketelitian terkait informasi yang masuk, dengan harapan tim mampu mengidentifikasi naskah-naskah kuno yang sesuai dengan kriteria manuskrip yang menjadi fokus penelusuran. Yakni, di antaranya merupakan dokumen tulis yang tidak dicetak dalam jumlah banyak, berusia lebih dari 50 tahun, hingga memiliki dampak keilmuan bagi lingkungan sekitarnya.
Usai proses penelusuran lapangan, bakal ada rapat pembahasan hasil identifikasi lapangan, serta dilanjutkan sosialisasi pendaftaran ke Perpusnas RI. Tim Identifikasi dan Pendaftaran Naskah Kuno Nusantara Kabupaten Blitar yang dibentuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Blitar terdiri dari berbagai unsur, mulai perwakilan Dispusip Jawa Timur, Dispusip Kabupaten Blitar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar, UNU Blitar, MAN Kota Blitar, dan Radar Blitar. (ynu)
Editor : Fuad Abida