Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Prosesi Puncak Haji, 1 Jemaah Kabupaten Blitar Dapat Fasilitas Safari Wukuf di Padang Arafah

Yanu Aribowo • Minggu, 8 Juni 2025 | 02:30 WIB
KHIDMAT: Jemaah haji kloter 9 SUB asal Kabupaten Blitar menjalani prosesi puncak haji wukuf di Padang Arafah
KHIDMAT: Jemaah haji kloter 9 SUB asal Kabupaten Blitar menjalani prosesi puncak haji wukuf di Padang Arafah

BLITAR - Prosesi puncak ibadah haji wukuf di Padang Arafah berlangsung pada 9 Zulhijah 1446 Hijriah atau Kamis (5/6) Waktu Arab Saudi (WAS). Sebanyak 798 jemaah haji asal Kabupaten Blitar menjadi bagian dari jemaah haji dari berbagai negara. Dalam momen yang penting ini ada seorang jemaah haji dengan kategori risiko tinggi (risti) yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Dampaknya yang bersangkutan harus mendapatkan fasilitas safari wukuf agar tidak melewatkan momen prosesi puncak ibadah haji.

Secara umum, perkembangan jemaah haji asal Kabupaten Blitar aman dan mereka sudah tiba di tenda wukuf masing-masing sejak Rabu (4/6) yang diberangkatkan secara bergelombang. Dari kelompok terbang (kloter) 9 Embarkasi Surabaya (SUB), ada seorang jemaah haji kategori risti yang harus dirujuk ke rumah sakit setempat. Karena dalam kondisi tidak fit, yang bersangkutan mendapatkan fasilitas safari wukuf, yakni menjalani prosesi wukuf di Padang Arafah dengan fasilitas ambulans dan tidak berlama-lama seperti jemaah haji pada umumnya. “Ada satu orang jemaah haji yang dirujuk ke rumah sakit karena sesak napas,” jelas Ketua kloter 9 SUB, Choirun Niam.

Sedangkan, selama menjalani prosesi wukuf, jemaah haji berdiam diri di Padang Arafah di tenda masing-masing yang telah disedikan oleh syarikah. Setelah diawali khutbah wukuf, jemaah haji juga menunaikan salat Duhur dan Asar, serta memperbanyak dzikir dan doa. Prosesi wukuf berlangsung sejak masuk waktu Duhur hingga matahari terbenam pada hari Arafah. “Wukuf dimulai pukul 12.14 WAS,” jelas Ketua Kloter 8 SUB, Khayatul Mahki.

Usai dari Padang Arafah, jemaah haji segera bergerak ke Musdalifah dan Mina, sebelum dijadwalkan kembali lagi ke hotel masing-masing. Usai Magrib, jemaah haji bergerak meninggalkan Padang Arafah untuk melaksanakan mabit atau bermalam di Musdalifah. Dari Musdalifah, usai melewati tengah malam atau Jumat (6/6) dini hari, jemaah haji bergerak ke Mina untuk bermalam hingga Minggu (8/6) yang bertepatan 12 Zulhijah atau Senin (9/6) yang bertepatan 13 Zulhijah.

Seperti diketahui, sejak keberangkatan pada awal Mei, total jemaah haji asal Kabupaten Blitar ada sebanyak 798 orang dan kini sudah berada di Tanah Suci. Mereka berangkat secara bergelombang dan terbagi dalam enam keberangkatan. Diawali kloter 8 sebanyak 376 orang, kloter 9 sebanyak 376 orang, kloter 45 sebanyak 37 orang, kloter 46 sebanyak 2 orang, kloter 75 sebanyak 7 orang, dan kloter 85 sebanyak 2 orang.

Dari total 800 jemaah haji, dua orang jemaah haji dari kloter 9 SUB wafat di Kota Makkah, yakni atas nama Muhadi Madris, 74, asal Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok pada Senin (19/5) sekitar pukul 02.30 WAS, dan Mustofa Bonahar, 85, asal Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro pada Senin (2/6) pukul 15.45 WAS. (ynu)

Editor : Fuad Abida
#musdalifah #puncak #Kabupaten Blitar #blitar #mina #wukuf #padang arafah #jemaah haji #arab saudi #ibadah haji