Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Brokohan dan Wayang Kulit di Istana Gebang Kota Blitar, Sebuah Tradisi Tiap Peringati Hari Lahir Bung Karno

M. Subchan Abdullah • Minggu, 8 Juni 2025 | 06:00 WIB

 

BUDAYA: Dalang Ki Rudi Gareng menunjukkan aksinya memainkan wayang di Pergelarang Wayang Kulit memperingati Hari Lahir Bung Karno di Istana Gebang, Jumat (6/6/2025).
BUDAYA: Dalang Ki Rudi Gareng menunjukkan aksinya memainkan wayang di Pergelarang Wayang Kulit memperingati Hari Lahir Bung Karno di Istana Gebang, Jumat (6/6/2025).

BLITAR – Pemerintah Kota Blitar memulai rangkaian peringatan Hari Kelahiran Bung Karno dengan menggelar tradisi Brokohan dan pagelaran wayang kulit, Jumat (6/6/2025).

Acara ini dipusatkan di Istana Gebang, rumah masa kecil Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, yang kini menjadi ikon sejarah nasional di Kota Blitar.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, secara langsung memimpin prosesi Brokohan atau kenduri doa bersama. Tradisi tahunan tersebut juga dihadiri pimpinan DPRD Kota Blitar serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kita awali dengan selamatan bersama sebagai bentuk rasa syukur dan doa untuk Bung Karno. Beliau adalah tokoh besar, pahlawan bangsa, dan Presiden pertama Republik Indonesia,” ujar Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin.

Baca Juga: Siap-Siap Jukir Liar di CFD Kota Blitar Kena Tindak Tegas Satpol PP Jika Nekat Lakukan Hal Ini, Pemkot: Silahkan Laporkan

Usai kenduri, kegiatan dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit di Balai Kesenian Istana Gebang.

Tahun ini, dalang Ki Rudi Gareng membawakan lakon “Pepyajar Pringgodani”, yang sarat nilai kepemimpinan dan kebijaksanaan.

Pagelaran dibuka secara simbolis dengan penyerahan gunungan wayang dari Wali Kota kepada sang dalang.

Menurut Mas Ibin, peringatan hari lahir Bung Karno bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga menjadi refleksi untuk meneladani nilai-nilai perjuangan dan kepemimpinan Sang Proklamator.

Baca Juga: Pemkot Blitar Larang Pedagang UMKM Berjualan di Sepanjang Jalan Merdeka saat CFD, Ini Penjelasannya

“Mari kita jadikan momen ini untuk menjaga tradisi, menghargai jasa para pahlawan, dan terus meneladani Bung Karno. Kita doakan semoga Indonesia semakin maju, kuat, adil, dan makmur seperti cita-cita beliau,” tegasnya.

Ia menambahkan, gelaran wayang kulit bukan sekadar hiburan budaya, namun juga implementasi nyata dari konsep Tri Sakti Bung Karno: berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

 

Rangkaian peringatan hari lahir Bung Karno akan terus berlangsung sepanjang Juni, yang dikenal sebagai Bulan Bung Karno di Kota Blitar. Puncaknya digelar kenduri dan salawatan di makam Bung Karno. (sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#hari lahir #Bung Karno #kenduri #Syauqul Muhibbin #wali kota blitar #pemerintah #pahlawan #rumah #brokohan #Istana Gebang #dalang #tradisi #Jasa #Doa Berama #wayang kulit