BLITAR - Kondisi Jalan Dr Soetomo, Kecamatan Sananwetan benar-benar seperti buah simalakama. Kondisi jalan tersebut rusak, pecah dan bergelombang, juga bagian trotoar jalan. Dan ternyata kondisi jalan dan trotoar ini disebabkan oleh akar pohon perindang di pinggir jalan.
Dari pantauan Koran ini kemarin (9/6), memang akar pohon perindang telah merusak dan membuat pecah aspal jalan, begitu juga dengan trotoar dengan batako yang terangkat ke atas karena dorongan tumbuhnya akar.
“Kondisinya seperti ini, jalan dan trotoar rusak karena akar pohon perindang, tapi kalau pohonnya ditebang juga sayang, karena memang kalau hujan bisa berfungsi untuk menarik air ke tanah. Dan dalam kondisi cuaca panas bisa menjadi tempat berteduh,” ungkap Catur, salah satu warga setempat.
Menurut dia, kondisi jalan dan trotoar rusak ini hampir dua tahun ini terjadi. Memang sempat ada perbaikan yang dilakukan oleh dinas terkait, namun tampaknya hanya sifatnya sementara. Bahkan bagian saluran air juga rusak karena akar pohon perindang yang cukup banyak dan besar di pinggir jalan.
“Memang pohonnya sebenarnya seharusnya sudah harus diganti, karena memang pohonnya sudah menjulan tinggi dan besar, sehingga tak terhindarkan membuat jalan, trotoar, dan saluran air rusak,” keluhnya.
Selain kondisi fasilitas umum yang rusak ini, jelas dia, tentu kondisi kerusakan ini membuat pemandangan menjadi terganggu. Padahal jalan ini termasuk jalan yang cukup ramai dilalui dan merupakan salah satu jalan protokol tengah kota.
“Kalau kurang memndapat perhatian dari dinas terkait ya sayang sekali, karena memang kondisi rusak sangat mengganggu pemandangan. Apalagi jalan ini sangat ramai, khususnya saat hari aktif, dekat sekolah dan juga kantor pemerintah,” akunya.
Sehingga dia berharap, segera ada penanganan dari pihak dinas terkait, apakah jalan, trotoar dan saluran air akan diperbaiki, atau pohon perindang yang perlu ditebang, itu adalah kebijakan dari pihak dinas. (ady)
Editor : Fuad Abida