BLITAR - Antusiasme para pendidik di Blitar Raya mengikuti East Java Innovative Education Submit (Ejies) 2025 begitu tinggi. Kurang lebih 345 karya yang masuk telah diseleksi dan dinilai untuk mencari 10 karya terbaik, dan bakal mengikuti seleksi karya ilmiah ke tingkat Jawa Timur.
Ejies 2025 ini diikuti oleh para guru, kepala sekolah, hingga pengawas dari SMA/SMK dan SLB yang berada di bawah Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim wilayah Blitar.
Sepuluh karya terbaik di wilayah Kota dan Kabupaten Blitar serta daerah-daerah lainnya bakal diumumkan pada 16 Juni mendatang. “Ya, untuk karya-karya dari para guru di Blitar Raya sangat beragam. Tak hanya itu, para peserta di Blitar Raya termasuk paling banyak secara jumlah dari daerah yang lain,” ungkap Maladi Usman, koordinator tim juri untuk karya di Kabupaten/Kota Blitar.
Menurut dia, tim juri benar-benar dibuat kesulitan untuk melakukan penilaian begitu banyak karya yang sangat variatif dan banyak inovasi yang menjadi saripati kebijakan lokal yang coba diangkat. Ini membuat seleksi karya berlangsung sangat ketat.
“Sangat ketat, karena sangat banyak inovasi serta terobosan dari para pendidik di Blitar Raya yang sangat beragam dan kreatif,” ujarnya.
Berikutnya, setelah proses seleksi pertama dari ratusan karya yang telah dikirimkan peserta, ada 10 karya terbaik yang nanti akan kembali diseleksi bersama karya-karya terbaik dari kabupaten/kota lain. “Sepuluh karya terbaik dari masing-masing kabupaten/kota akan kembali dipilih dan diseleksi untuk mencari karya terbaik se-Jatim,” terangnya.
Dia berharap akan ada salah satu dari sekian karya untuk terbaik tingkat Provinsi Jatim berasal dari karya guru di Blitar Raya. “Kalau melihat berbagai inovasi dari para guru di Blitar Raya, tampaknya bisa bersaing di tingkat provinsi,” harapnya. (ady/c1)
Editor : Fuad Abida