BLITAR – Sampai saat ini, program rumah tidak layak huni (RTLH) belum kunjung terealisasi dan molor daripada tahun lalu. Sebab masih terkendala masalah adminitrasi dan teknis yang kini masih masuk dalam tahap finalisasi. Targetnya dalam bulan ini bantuan dapat diterima oleh masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Blitar, Iwan Dwi Winarto menyebut, proses administrasi telah rampung.
Salah satunya penandatanganan buku tabungan oleh penerima bantuan yang difasilitasi disperkimtan bekerja sama dengan Bank Jatim. “Pertengahan Mei lalu sudah kami laksanakan proses penandatanganan buku tabungan bagi sekitar 180 penerima bantuan. Kegiatan itu kami fasilitasi di aula PUPR karena keterbatasan ruang di Bank Jatim,” ungkapnya.
Setelah seluruh tahapan administrasi selesai, penyerahan bantuan secara simbolis dijadwalkan dalam waktu dekat oleh Bupati atau Wakil Bupati Blitar. Meski sempat molor dibanding tahun lalu, Iwan memastikan keterlambatan hanya bersifat teknis.
“Kendala hanya pada administrasi. Tapi alhamdulillah, semua sudah beres, tinggal menunggu penyerahan saja. Kami targetkan bisa terealisasi dalam dua pekan ke depan,” jelasnya.
Tahun ini, sebanyak 186 unit RTLH akan diperbaiki dengan bantuan masing-masing sebesar Rp 20 juta per rumah. Dibanding tahun lalu yang hanya menyasar 118 unit dengan anggaran Rp 2,6 miliar, peningkatan ini menjadi angin segar bagi masyarakat miskin yang tinggal di RTLH.
“Semua anggaran bersumber dari APBD. Tidak ada DAK atau BSPS seperti tahun lalu. Program ini tidak terdampak efisiensi anggaran,” ujar Iwan.
Meski begitu, proses survei dan verifikasi tetap dilakukan ketat agar bantuan tepat sasaran. “Kami tetap hati-hati agar tidak ada penerima yang batal karena kebijakan efisiensi anggaran di sektor lain,” tambahnya.
Dari 186 unit yang direhabilitasi, 13 unit difokuskan untuk mendukung penanganan stunting. Sisanya merupakan hasil musrenbang tahun lalu. Seluruh usulan berasal dari masyarakat melalui pemerintah desa, lalu diverifikasi dan ditetapkan melalui surat keputusan (SK).
Kecamatan Kanigoro tercatat sebagai penerima terbanyak. Khususnya di Desa Karangsono, meski permintaan hampir 40 unit, hanya sebagian yang dikabulkan agar distribusi bantuan merata di desa lain.
Selain Kanigoro, program RTLH juga menyasar 12 kecamatan lain di Bumi Penataran. Di antaranya, Nglegok, Sanankulon, Srengat, Udanawu, Ponggok, Talun, Selorejo, Gandusari, Wates, Wonodadi, Binangun, dan Panggungrejo. (jar/c1/ynu)
Editor : Fuad Abida