Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemkab Blitar Sebut Pola Asuh Buruk Jadi Biang Stunting, Begini Tanggapan Bupati

M. Subchan Abdullah • Kamis, 12 Juni 2025 | 20:35 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

BLITAR – Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar justru menyoroti akar masalah stunting: pola asuh yang keliru.

Berdasarkan evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Jawa Timur, 70 persen penyebab stunting di Blitar berasal dari pola pengasuhan yang tidak tepat.

Bupati Blitar, Rijanto menegaskan, perubahan pola pikir dan kesadaran keluarga menjadi kunci dalam menangani stunting. "Ini tantangan besar. Kita harus mampu mengubah cara berpikir orang tua, membiasakan pola hidup bersih, sehat, serta pemenuhan gizi sejak kehamilan," jelasnya, Kamis (12/6/2025).

Meski anggaran menurun, Pemkab tetap optimistis menurunkan angka stunting dari 17,8 persen menjadi 14,65 persen tahun ini. Apalagi, jumlah desa lokus stunting juga sudah menurun, dari 48 menjadi 39 desa.

Pemkab juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari PKK, Fatayat, Muslimat, Aisyiyah, Baznas, hingga forum CSR. "Kunci utama adalah keterpaduan dan komitmen lintas sektor. Pemerintah tidak bisa kerja sendiri," ujar Rijanto.

Kabupaten Blitar yang dikenal sebagai produsen protein hewani juga dinilai punya modal kuat dalam menekan kasus stunting, asalkan didukung budaya gotong royong dan kepedulian warga terhadap sesama. (jar/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Bupati blitar #blitar #muslimat #pola asuh #stunting #buruk #kehamilan #csr #Rijanto #fatayat #gizi #anak #Pemkab #biang