BLITAR - Bulan Juni terkenal dengan sebutan bulan Bung Karno karena hal ini berhubungan dengan peristiwa penting persiden pertama Indonesia. Yakni dibulan ini tepatnya pada 6 Juni 1901 Bung Karno dilahirkan.
Kemudian pada tanggal 1 Juni 1945 pada sidang badan penyedilk usaha persipan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) bahwa Bung karno menyampikan gagasan tentang pancasila, dan yang terakhir pada tanggal 21 Juni 1971 yang mana Bung Karno menghebuskan nafas untuk yang terakhir kalinya di Jakarta dan kemudian dikebumikan di Blitar.
6 Juni sebagai Lahirnya Putra Sang Fajar
Soekarno dikenal dengan julukan putra sang fajar karena dilahirkan ketika mentari pagi menyingsing dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.
Bung Karno merupakan keturunan bangsaawan yang mana ayahnya merupakan bangsawan Jawa keturunan Sultan Kediri. Sedangkan ibunya adalah perempuan Bali dari kasta Brahmana, kasta tertinggi dalam sistem strata sosial Hindu Bali.
Pertemuan Ida Ayu dan Soekemi pun tak kalah unik. Keduanya diceritakan bertemu di Bali saat Soekemi bekerja sebagai guru sekolah rendah di Singaraja. Ida Ayu yang saat itu masih muda memiliki tugas untuk membersihkan pura Hindu Budha setiap pagi dan petang.
Dari pertemuan tersebut akhirnya mereka menikah dan dikaruniai dua orang anak, yaitu Raden Soekarmini dan Soekarno.
1 Juni sebagai Bulan Lahirnya Pancasila
Kekalahan Jepang pada perang pasifik, mereka kemudian berusaha mendapatkan hati masyarakat dengan menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia dan membentuk sebuah Lembaga yang tugasnya untuk mempersiapkan hal tersebut.
Lembaga ini dinamai Dokuritsu Junbi Cosakai atau BPUPKI. Pada sidang pertamanya di tanggal 29 Mei 1945 yang diadakan di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila), para anggota membahas mengenai tema dasar negara.
Sidang berjalan sekitar hampir 5 hari, kemudian pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia, yang dinamai “Pancasila”. Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas.
Baca Juga: Terdampak Kebakaran Hutan, Pendakian Gunung Butak Via Kebun Teh Sirah Kencong Blitar Ditutup
Pada saat itu Bung Karno menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yakni Sila pertama “Kebangsaan”, sila kedua “Internasionalisme atau Perikemanusiaan”, sila ketiga “Demokrasi”, sila keempat “Keadilan sosial”, dan sila kelima “Ketuhanan yang Maha Esa”.
Untuk menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut, maka Dokuritsu Junbi Cosakai membentuk sebuah panitia yang disebut sebagai panitia Sembilan.
21 Juni sebagai Wafatnya Sang Proklamator
Soekarno wafat pada 21 Juni 1970 di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Ia dimakamkan di Blitar, Jawa Timur, tidak jauh dari makam ibunya. Meski raganya telah tiada, ide dan semangatnya terus hidup di hati rakyat Indonesia. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah