Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Menelisik Lebih Jauh Mengenai Pandangan Politik Bung Karno

Khalimatus Sakdiyah • Jumat, 13 Juni 2025 | 04:00 WIB
Photo
Photo

BLITAR - Soekarno (1901-1970), yang lahir di Surabaya pada masa pemerintahan kolonial Belanda, adalah pemimpin nasionalis dan pahlawan nasional yang mendedikasikan hidupnya kepada perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Meskipun bertumbuh dalam lingkungan tradisional Jawa (dan dikombinasikan dengan pengaruh Bali dari sisi keluarga ibunya), Soekarno mendapatkan pendidikan di sekolah-sekolah modern kolonial Belanda.

Sejak usia muda minat utamanya adalah membaca buku-buku dengan topik filosofi, politik dan sosialisme. Waktu masih sekolah di Surabaya, Soekarno tinggal di rumahnya Oemar Said Tjokroaminoto, pemimpin pertama dari Sarekat Islam (yang kemudian menjadi gerakan penting untuk kebangkitan nasional Indonesia). Tjokroaminoto menjadi mentor politik dan inspirasi bagi Soekarno.

Ditambah dengan pandangan politik Soekarno saat menempuh pendidikan di Belanda, khususnya di Technische Hoogeschool te Delft, menunjukkan pengaruh kuat dari lingkungan pendidikan dan politik Eropa pada masa itu.

Ia menjadi semakin sadar akan penindasan yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia, yang memotivasi Soekarno untuk terlibat dalam aktivisme politik dan nasionalisme.

Elaborasi:
Pengaruh Lingkungan Pendidikan:
Soekarno terpapar dengan gagasan-gagasan tentang kemerdekaan, demokrasi, dan hak asasi manusia yang berkembang di Eropa.

Sadar akan Penindasan:
Di Belanda, ia semakin menyadari penindasan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda terhadap rakyat Indonesia.

Aktivisme Politik:
Soekarno mulai aktif dalam pergerakan nasionalisme, bergabung dengan Perhimpunan Indonesia (PI) dan menjadi salah satu pemimpinnya.

Perjuangan Kemerdekaan:
Soekarno terus memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan menjadi juru bicara bagi kaum nasionalis.

Partai Nasional Indonesia (PNI):
Soekarno juga berperan dalam mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada tahun 1927, yang menjadi alat untuk memobilisasi massa rakyat melawan kolonialisme dan imperialisme Belanda. (*)

 

Editor : Fuad Abida
#belanda #lahir #Bung Karno #blitar #soekarno #pandangan #jawa #Buku-buku #bali #surabaya #sarekat islam #membaca #politik